Senin, Agustus 05, 2013

Benarkah KB = Keluarga Berencana?


                Assalamu’alaikum, genki desuka watashi no tomodachi? Semoga semua sehat-sehat dan baik yaa.. selalu dalam lindungan Allah SWT yang Maha Perkasa dan Maha Melindungi. Kali ini saya ingin membahas tentang program pemertintah yaitu Keluarga Berencana yang punya tag line Dua Anak Cukup. Pada tahu gak nih undang-undang nomer berapa yang dibuat oleh pemerintah? Yup, bener banget yaitu UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA (download).
Undang-undang tersebut sudah disahkan sejak tahun 2009 tepatnya bulan Oktober tanggal 29 di Jakarta. Nah, setelah saya membaca dan menilik nihh ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai UU tersebut lhoo. Sudah sejak lama memang hal ini dibahas, bahkan ada pro kontra yang terjadi sebelum UU ini disahkan bukan? Berbagai pihak telah membahas apa perlunya UU ini disahkan.
byoungcarerock.blogdetik.com

Dewasa ini, banyak sekali Negara muslim yang diserang oleh berbagai oknum. Bisa jadi mereka berasal dari pemerintahan, kelompok agama atau sosial, pokoknya musuh-musuh Islam deh.. nah, setelah saya membaca dan menilik UU tersebut di atas jangan-jangan semua ini memang ada hubungannya. Atau seperti yang telah dikabarkan oleh suatu media berikut (baca), jangan-jangan pemerintah yang telah melakukan program KB sebenarnya juga berniat seperti itu tapi tidak pernah diutarakan? Bukannya saya berprasangka buruk kepada pemerintah sihh, tapi memang banyak kejadian yang menyangkut persoalan ini lhoo..
tishanurinsani.blogspot.com 


                `So buat kamu-kamu para muslimin muslimat jangan sampai deh punya anak itu cuma dua, wong anak itu adalah investasi kita dunia ahirat, betul gak? Apalagi nih anak sholeh dan sholehah dapat mengantarkan kita kepada surga lho, apalagi kalau anaknya nih hafidz alias penghafal (yang menjaga) al-Qur’an maka kita sebagai orang tua akan mendapat mahkota di surga kelak. Aaamiiinn. Saya tidak berbicara semau saya sendiri lho, banyak kok hadits-hadits yang menjelaskan. Kalau sahabat-sahabati pada mau baca pasti ngerti dehh.. J Bukankah ayat al-Qur’an yang turun pertama kali adalah perintah tentang membaca? *Ingat suroh al ‘Alaq ayat 1-5* Apalagi nih buat orang jawa katanya "Banyak Anak Banyak Rejeki". Jangan salah lho, ungkapan itu masih berlaku sampai sekarang.. :) 

follow me @qhimahatthoyyib

Kamis, Agustus 01, 2013

Hai Muslim, Harga Dirimu Dimana?


                Assalamu’alaikum, hai frend apa kabar nih? Udah H-7 Idul Fitri lho? Bagaimana ibadah-nya? Makin lancar gak nih? Entah mengapa di saat bulan Romadhon akan meninggalkan kita, saya sangat ingin menulis terus..
Oh ya, ngomong-ngomong soal harga diri nih. Pada tahu gak sih harga diri itu apa? Saya dapat dari referensi terbaik negeri ini nih.. yup, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Harga Diri” berarti kesadaran akan berapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri. Nah dari definisi tersebut, saya akan sedikit bertanya. Apa pendapat anda jika ada seseorang yang selalu mengikuti trend ‘terkini’, padahal nih ya orang itu tuh gak pernah tahu arti, maksud atau apapun hal yang melatar belakangi trend tersebut frend? Hayoo gimana? Atau jangan-jangan pada ngerasa semua nih? J tenang saja, kadang saya juga merasa seperti itu kok frend kalo lagi khilaf, hehe
Nah, ternyata sebagai umat muslim seperti kita-kita ini nih.. harga diri itu penting banget lho. Tapi harga diri yang berlaku itu ditunjukkan hanya kepada orang-orang tertentu. What? pada penasaran gak sih, kenapa bisa gitu?
Jadi begini, saya beri tahu gambaran awalnya dulu yaa.. saat hidup di dunia, kita akan mengalami fasa-fasa yang sebagian besar orang menyebutnya “BERADA DI ATAS”. Pada fase tersebut kebanyakan dari kita umat manusia menganggap bahwa sedang disayang oleh Tuhan. Padahal belum tentu pula kenyataannya seperti itu. Bisa saja malah itu ujian terberat dari Tuhan yang diberikan kepada kita. Nah sebagai umat muslim nih, apapun keadaan kita, mau di atas, mau di bawah hendaknya kita selalu bersyukur dan bersabar.
Menurut suatu hadits yang telah dikatakan oleh Rosulullah nih, “Semua perkara yang terjadi pada orang beriman itu baik. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan apabila mendapat musibah ia bersabar. Dan keduanya itu memperoleh pahala.” Apalagi nih Allah telah menjanjikan pada suroh Ali Imron ayat 145 dan 185. Berikut terjemahannya :
145. sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
185. tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Kembali lagi ke harga diri. Apa hubungan kata-kata pembuka pada paragraf di atas? Saya ingin memberi tahu kepada teman-teman. Jadi, apapun keadaannya, kita sebagai umat muslim hendaknya kembali lagi alias merujuk kembali kepada dua hal yang telah diwariskan kepada kita oleh Rosulullah, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Nah dengan demikian kita tidak perlu mengikuti trend-trend yang ada pada setiap masa yang kita lalui karena sesungguhnya trend yang harus selalu kita ikuti adalah dua warisan itu tadi. Apalagi bila pembuat trend itu bukan berasal dari umat muslim alias para kaum kafir, para atheis, para penyembah berhala, apapun lah sebutan mereka. Untuk hal ini Allah telah menerangkan pula pada suroh Ali Imron ayat 196-198. Berikut terjemahannya :
196. janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak[260] di dalam negeri.
197. itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
198. akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah)[261] dari sisi Allah. dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti[262].

[260] Yakni: kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan mereka.
[261] Yakni: tempat tinggal beserta perlengkapan-perlengkapannya seperti makanan, minuman dan lain-lain.
[262] Maksudnya ialah penghargaan dari Allah disamping tempat tinggal beserta perlengkapan-perlengkapannya itu, adalah lebih baik daripada kesenangan duniawi yang dinikmati orang-orang kafir itu.

So, begitulah.. mulai sekarang jaga harga diri itu ya frend? Apalagi dihadapan kaum kafir dan musuh-musuh islam itu tuh.. sepertinya ini perjalanan terakhir saya menyelami suroh Ali Imron. Nantikan ibroh dari suroh-suroh berikutnya yaa.. insyaAllah An-Nisa’ sedang menyusul J #KeepSpirit!

follow me @qhimahatthoyyib