Tampilkan postingan dengan label baca baca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baca baca. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 14, 2021

Miskin Boleh, Tapi Bodoh Jangan

 

                Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu tidak mencabut ilmu pengetahuan dengan sekaligus pencabutan yang dicabutnya dari para manusia, tetapi Allah mencabut ruhnya -wafatnya- para alim ulama, sehingga apabila tidak ditinggalkannya lagi seorang alim pun -di dunia ini-, maka orang-orang banyak akan mengangkat para pemimpin -atau kepala-kepala pemerintahan- yang bodoh-bodoh. Mereka -para pemimpin dan kepala pemerintahan- itu ditanya, lalu memberikan keterangan fatwa tanpa menggunakan dasar ilmu pengetahuan. Maka akhirnya mereka itu semuanya sesat dan menyesatkan -orang lain-." (Muttafaq 'alaih)

                Hadits di atas memberi pengetahuan pada kita bahwa ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang istimewa dalam islam. Hingga hari ini, kesedihan akan kehilangan para tokoh dan cendekiawan ternyata masih berlanjut. Belum lagi, semakin banyak anak-anak yang tetiba menjadi yatim/piatu bahkan yatim piatu menjelang hari anak nasional. Tak dipungkiri, orang-orang pasti mengkhawatirkan nasib anak-anak tersebut. Terlebih berkaitan dengan pembiayaan hidup mereka. Namun, sebagai seorang muslim seharusnya kita yakin bahwa Allah telah menyiapkan rejeki-Nya untuk mereka.

                Bertambahnya jumlah anak yatim/piatu berarti bertambah pula ladang amal untuk orang-orang beriman. Banyak ayat di dalam Al Qur’an dan hadits Rosulullah yang menyatakan keutamaan berbuat baik dan memuliakan anak yatim dan fakir miskin. Di surat al Baqoroh ayat 177 misalnya, atau an Nisa ayat 36, atau al Insan ayat 8. Berikut beberapa hadits yang berkaitan:

  • ·         Dari Sahl bin Sa'ad r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini." Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu." (Riwayat Bukhari) Kafilul yatim ialah orang yang menanggung segala perkara yang diperlukan oleh anak yatim -baik makan, minum, kediaman, pakaian dan pendidikannya, juga lain-lainnya pula.
  • ·         Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Pemelihara anak yatim, baik miliknya sendiri atau milik lainnya, saya -Nabi s.a.w.- dan ia adalah seperti kedua jari ini di dalam syurga." Yang merawikan hadits ini yakni Malik bin Anas mengisyaratkan dengan menggunakan jari telunjuk serta jari tengahnya. (Riwayat Muslim) Sabda Nabi s.a.w. Alyatim iahu au lighairihi, artinya ialah yang masih termasuk keluarganya atau yang termasuk orang lain. Yang masih keluarganya seperti anak yatim yang dipelihara oleh ibunya, neneknya, saudaranya atau lain-lainnya orang yang masih ada kekeluargaan dengannya. Wallahu a'lam.
  • ·         Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat. (HR. Ath-Thabrani)

Seperti yang teman-teman baca, di dalam ayat-ayat tersebut, Allah menyebutkan suatu kondisi yatim dan fakir miskin, yang artinya dapat kita telaah bahwa hal itu sunnatullah pasti terjadi. Bahwa anak yatim dan utamanya keberadaan kemiskinan (akan materi duniawi) adalah suatu kejadian yang tidak dapat kita hilangkan 100%. Oleh karena itu, dapat kita ambil pelajaran bahwa miskin (secara materi) bukanlah suatu kondisi yang memalukan. Namun, seperti disebutkan dalam hadits berikut, kemisikinan (hati dan jiwa) adalah sumber segala keburukan.

“Hampir saja kemiskinan (kemiskinan jiwa dan hati) berubah menjadi kekufuran. (HR. Ath-Thabrani)”

Jadi, sesuatu yang seharusnya kita hindari adalah terus berada dalam kebodohan.



                Merasa bodoh dan terus haus akan ilmu adalah keharusan. Tapi terus berada dalam kebodohan (dalam definisi apapun) adalah awal mula kehancuran.

  • ·         "Berilah pengampunan, perintahlah kebaikan dan janganlah engkau menghiraukan kepada tindakan orang-orang yang bodoh." (al-A'raf: 199)
  • ·         Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka ... neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  • ·         Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)
  • ·         Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat. (HR. Ahmad)
  • ·         Dari Ummul Mu'minin Ummu Salamah dan namanya sendiri adalah Hindun binti Abu Umayyah yaitu Hudzaifah al-Makhzumiyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. itu apabila keluar dari rumahnya, bersabda -yang artinya: "Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu kalau-kalau saya sampai tersesat atau disesatkan, tergelincir -dari kebenaran- atau digelincirkan, menganiaya atau dianiaya, menjadi bodoh -tidak mengerti sesuatu- ataupun dianggap bodoh oleh orang lain atas diriku." Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi dan lain-lainnya dengan sanad-sanad yang shahih. Tirmidzi berkata bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. Hadits di atas adalah menurut lafaznya Imam Abu Dawud.

Selasa, Maret 02, 2021

Historical Dorama



                   Hai semuanya~ pandemi udah setahun nih, kalian semua sehat-sehat kan? semoga semuanya sehat yaa~ eh tapi pemerintah ini kayaknya yang lagi gak sehat ups.. Rasanya pengen banget time travel ke masa Rosulullah, atau setidaknya ke masa The Golden Age~

                Ngomong-ngomong soal masa lalu, salah satu genre drama/movie favoritku adalah sejarah. Drama sejarah yang menarik buatku adalah historical dorama Jepang, karena drama yang mereka produksi sangat kreatif, memadukan science fiction, sejarah dan romance. Nobunaga Concerto (2016) misalnya, atau Likes! Mr. Genji (2020), atau yang terbaru Edomoiselle (2021). Selain itu, drama jepang bertema sejarah yang merupakan biografi tokoh juga dibuat sangat seru dan menarik penonton, drama paling hits yang semua peminat jepang tahu yaitu Rurouni Kenshin (2012 dan 2014), atau Oshin yang dirilis di Indonesia pada tahun 90an yang digemari orang tua. Judul lain yang juga menarik adalah The Tale of Genji (2011) atau yang terbaru Youkai Sharehouse (2020). Dorama sejarah yang menceritakan peperangan/tragedi pun juga cukup menarik seperti Donten ni Warau (2018), The Great War of Archimedes (2019), Kingdom (2019), Fukushima 50 (2020), atau Taiyo no Ko (2020). Ada juga yang bertema cooking yaitu Tenno no Ryoriban (2015) yang pernah kutuliskan sebelumnya dan The Last Recipe (2017). Tapi, sejujurnya ada juga yang membosankan menurutku seperti Kurui Musashi (2020).

                Hal itu sangat berbeda dengan Indonesia yang sebagian besar dramanya bertema permasalahan keluarga dan percintaan remaja masa kini. Kalau ada drama/film bertema sejarah pun kurang menarik minat pemuda. Film sejarah yang diputar saat hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus pun itu-itu aja. Belum ada karya yang benar-benar menggugah semangat kebangsaan, atau berani berselisih dan mengoreksi pemerintah. Seperti dorama politik berjudul CHANGE! (2008) atau yang sangat fiksi seperti Ace Attorney (2012). Jadi, secara pribadi, semakin ke sini, aku tak banyak menonton karya drama/film bangsa Indonesia karena menurutku tak seru.

                Historical drama di Indonesia sebenarnya juga pernah ada, Tutur Tinular (1997-1999) dan Angling Darma (2000-2005) misalnya, atau Wiro Sableng yang bahkan remakenya ditayangkan pada tahun 2018 lalu. Ada juga drama sejarah bertema mistis yang dulu menemani masa kecilku dan sebagian episodenya pernah kutonton yaitu Misteri Gunung Merapi (1998-2005) dan Nyi Roro Kidul (2003), atau drama yang tidak pernah kutonton sama sekali yaitu Kisah Sembilan Wali (2012) dan Brama Kumbara (2013). Drama-drama tersebut memang cukup menarik, tapi apa yang tidak kusukai dari drama sejarah Indonesia adalah pakaian yang dikenakan. Berbeda dengan pakaian tradisional Jepang yang cukup tertutup, pakaian tradisional atau adat masyarakat Indonesia jaman dulu sangat terbuka, sehingga seperti itu juga lah yang ditayangkan di televisi. Hal itu menurunkan level ketertarikanku pada drama Indonesia. Kalau menurut kalian bagaimana?

Sabtu, Juli 04, 2015

(Day 17) MENGAPA AL-QUR’AN DITURUNKAN DALAM BAHASA ARAB?



Assalamu’alaikum, sahabat banyak sekali orang-orang yang bertanya mengapa Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab dan bukan bahasa yang lain? Pertanyaan ini tentu saja Allah sudah memprediksinya. Bahkan umat-umat terdahulu telah lebih dahulu mempertanyakan hal yang sama terhadap kitab sucinya. Seperti apa yang telah saya tuliskan dalam (Day 15) PAHALA YANG DIHAPUS OLEH ALLAH bahwa orang-orang yang tidak beriman selalu mencari-cari alasan untuk kabur dari perintah Allah. Demikian pula dengan pertanyaan tersebut. Telah disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Fushshilat ayat 44-45 yang artinya:
44. dan Jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka[1334]. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".
45. dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Rabb-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. dan Sesungguhnya mereka terhadap Al Quran benar-benar dalam keragu-raguan yang membingungkan.
[1334] Yang dimaksud suatu kegelapan bagi mereka ialah tidak memberi petunjuk bagi mereka.
Di dalam kitab Asbabun Nuzul yang telah ditulis oleh K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan, dkk dijelaskan sebab turunnya ayat ini yaitu (diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Sa’id bin Jubair) bahwa orang-orang Quraisy berkata: “Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan dalam bahasa ‘ajm (asing) dan bahasa Arab? Maka turunlah ayat ini (44) sebagai jawaban kepada mereka, bahwa walaupun Al-Qur’an ini diturunkan bukan dalam bahasa Arab, pasti mereka akan menolak pula dengan meminta perincian lebih lanjut dengan bahasa ‘ajm dan bahasa Arab. Kemudian turunlah ayat selanjutnya (45) yang menegaskan bahwa apapun yang diturunkan oleh Allah, mereka tetap akan memperselisihkannya sebagaimana terjadi pada Kitab Taurat Musa.
Maka dengan melalui ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir ditentukan atas ketaatannya kepada Allah bagaimanapun keadaannya. Bahkan dengan apapun bahasa Al-Qur’an diturunkan. Dengan keadaan apapun Islam diturunkan dan bagaimanapun perintah Allah yang harus dilaksanakan. Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang beriman yang patuh kepada perintah Allah apapun dan bagaimanapun keadaannya. Amiinn..

follow me @qhimahatthoyyib

Kamis, Juli 02, 2015

(Day 16) JIN PUN TAKJUB TERHADAP AL-QUR’AN


Assalamu’alaikum, sahabat tahu kan bahwa hingga saat ini Al-Qur’an tetap dijaga oleh pemiliknya? Bahwa Al-Qur’an dikagumi oleh banyak orang akibat keindahan dan keagungan bahasanya. Bahwa banyak sekali para ilmuwan yang menjadi muslim akibat mengetahui kebenarannya. Bahwa banyak penyair yang terpana akan susunan kata dan maknanya. Bahwa banyak sekali orang yang takjub pada isi dan berita yang disampaikannya. Yap, Al-Qur’an telah membuat takjub banyak orang. Bahkan orang-orang yang takjub tapi gengsi untuk mengimaninya juga tidak kalah banyaknya. Termasuk orang yang manakah kita? Nah, yang lebih menakjubkan lagi ternyata segolongan jin juga takjub terhadap Al-Qur’an.
Di dalam surat Al-Jinn ayat 1 disebutkan bahwa “1. Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan.”
Sebab turunnya ayat ini dijelaskan di dalam Kitab Asbabun Nuzul yang ditulis oleh K.H.Q. Shaleh dan H.A.A Dahlan, dkk (yang diriwayatkan oleh Bukhari, Turmudzi, dan bersumber dari Ibnu ‘Abbas) bahwa ketika Rosulullah SAW. Bersama rombongan menuju pasar ‘Ukazh, sesampainya di Tuhamah beliau dan rombongan berhenti untuk sholat fajar (shubuh). Hal ini menyebabkan berita-berita di langit yang biasa dicuri setan-setan terhalang. Bahkan setan-setan itu mendapat lemparan bintang-bintang sehingga terpaksa pulang kepada kaumnya. Setibanya di tempat kaumnya, setan-setan itu ditanya: “Apa yang terjadi hingga kalian kembali?” mereka menjawab: “Kami terhalang untuk mendapat berita langit, bahkan kami dikejar bintang-bintang.” Kaumnya berkata: “tak mungkin terhalang antara kita dan berita langit. Tentu ada penyebabnya. Menyebarlah kalian ke timur dan ke barat dan carilah sebab penghalangnya.” Mereka pun menyebar sehingga sampailah sebagian mereka ke Tuhamah, tempat Rosulullah berhenti untuk menunaikan sholat shubuh. Mereka mendengar bacaan Rosul serta memperhatikannya, kemudian berkata: “Demi Allah, inilah yang menghalangi kita dengan berita dari langit.” Mereka pun pulang ke kaumnya dan menyampaikan kejadian itu. Mereka mengagumi Al-Qur’an yang membawa mereka ke jalan petunjuk Allah, sehingga mereka pun beriman.
Sahabat, sungguh apabila segolongan jin tersebut beriman (hanya) setelah mendengar Al-Qur’an, mengapa kita manusia yang telah diberi akal dan pikiran serta wujud yang sempurna (menurut-Nya) mengabaikan begitu saja  contoh-contoh yang diberikan oleh Rosulullah atau tanda-tanda keagungan-Nya yang telah diperlihatkan kepada kita? Semoga kisah tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. Teruslah mempelajari Al-Qur’an karena ia adalah petunjuk hidup kita. Wassalamu’alaikum

follow me @qhimahatthoyyib

Selasa, Juli 30, 2013

Kalau Kau Mengaku Muslim!! Ayoo Selamatkan Sahabat Kita!


                Assalamu’alaikum, sahabat-sahabat senja sekalian apa kabar? Boleh donk saya nanya-nanya kabar kalian semua? Kita kan bersaudara, ya gak? Apalagi kalau sama-sama muslim nih.. Broo and siisss pada tahu gak sih, kita ini kan saudara yaa—seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an oleh Allah—jadi setidaknya nih kita harus saling mengetahui satu sama lain.. mau tahu gak nih, ayat apa yang menunjukkan kalau kita saudara? Atau udah pada tahu ya? Ini nih terjemahnya..
Suroh Ali Imron ayat 103. “dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Ayat itu sebenarnya turun karena para muslim terdahulu di jaman Rosulullah. Ceritanya nih ada kaum Anshor (di Madinah saat Rosul Hijrah) dan kaum muhajirin (dari Makkah, muslim-muslim yang hijrah ke Madinah). Maka Rosul mempersaudarakan dua kaum tersebut sehingga terdapat rasa nyaman antara keduanya. Nah jadi nih, kita umat muslim yang notabene adalah keturunan dari beliau-beliau tersebut juga merupakan saudara bukan? Meskipun jika ditelisik dari garis keturunan darah kita nyambungnya juauhhh banget.
Apalagi nih berita yang lagi seru beberapa bulan atau bahkan tahun (kalo belum tahu) ini, saudara-saudara kita di Suriah, di Mesir, di Rohingnya, dimanapun tempatnya itu pokoknya sedang diserang, dibantai, dibunuh hidup-hidup, bahkan dibakar oleh oknum-oknum atau bahkan organisasi besar (sebenarnya) yang mana banyak media menyembunyikan identitas mereka karena memang berita ini (lebih banyak) disembunyikan kenyataannya. Wajar aja sih memang, karena kebanyakan media-media sekarang adalah milik sebagian oknum-oknum itu (kata orang-orang “besar”).
www.republika.co.id

Buat temen-temen yang kurang percaya atas tulisan di atas, bisa deh di cek ke para ustadz, para kyai, atau para pembesar-pembesar muslim lainnya. Nah, dari pada ribet begitu mending sekarang kita doain aja deh sahabat-sahabat muslim kita di Negara-negara tersebut. Tapi ngomong-ngomong ada gak nih yang sebenarnya bertanya-tanya, “Kenapa sih kita repot bantuin mereka, padahal Negara sendiri aja belum tentu ke urus?” maka jawabannya adalah, SEKALI LAGI, mereka adalah saudara-saudara kita, selain itu ada nih ayat Allah yang menunjukkan kenapa sih ada peperangan di muka bumi? Tujuannya apa sebenarnya?
Coba buka deh al-Qur’an-nya, suroh Ali Imron ayat 166-167 yang terjemahnya sebagai berikut : “dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, Maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". mereka berkata: "Sekiranya Kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah Kami mengikuti kamu"[247]. mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

[247] Ucapan ini ditujukan kepada Nabi dan sahabat-sahabat beliau sebagai ejekan, karena mereka memandang Nabi tidak tahu taktik berperang, sebab beliau melakukan peperangan ketika jumlah kaum muslimin sedikit. Ucapan ini dapat digunakan untuk mengelakkan cercaan yang ditujukan kepada diri orang-orang munafik sendiri.”
Jadi gitu ceritanya, udah pada paham belum nih? Kalau belum gini deh untuk mudahnya, sebenarnya ayat tersebut turun saat perang Uhud (lagi-lagi) terjadi. Dua pasukan yang dimaksud adalah pasukan muslim dan pasukan kafir atau kaum musyrik. Mengapa dua pasukan tersebut dipertemukan? Mengapa ada peperangan? Karena dengan hal itulah Allah mengetahui manakah orang-orang yang benar-benar taat dan tunduk kepada-Nya, manakah orang-orang yang benar-benar tulus memperjuangkan agama Islam, dan manakah orang-orang munafik yang mulut dan hatinya berbeda 180 derajat.

Maka teman-teman, perjuangan perang Uhud oleh para sahabat Rosul belumlah selesai. Perang itu selalu berubah bentuk dan rupanya dari jaman ke jaman sesuai dengan situasi yang ada masa itu. Hingga sekarang, perang itu sebenarnya masih ada, karena musuh Islam selalu ada dari jaman ke jaman. Jadi kalau kita mengaku seorang muslim dan tidak munafik, ayo! Bantu selamatkan saudara-saudara kita!! Caranya? Banyak cara kawan, aku juga sedang mencobanya, tenang saja.. SEMANGAT JUANG DI JALAN ALLAH TIADA HENTI  ^_^

follow me @qhimahatthoyyib

Kalo Lo Muslim! BACA ini dan PERHATIKAN!!

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengecam keras penyerangan polisi Mesir atas pendukung presiden terpilih Muhammad Mursi yang dilakukan di tengah bulan suci Ramadhan. Hal itu disampaikannya dalam buka bersama dengan serikat pengusaha Turki.
“Kita melihat bahwa hati mereka sedikitpun tidak melunak, sekalipun Ramadhan. Ketika kaum Muslimin sedang mempersiapkan sahur, pembantaian (kembali) terjadi di Mesir. 200 orang jadi martir (syahid). Setelah menggangsir kehendak rakyat, mereka yang menggulingkan pemerintah kini membantai rakyat.
Rakyat Mesir sedang menunjukkan kehormatan mereka dihadapan kudeta militer selama berminggu-minggu. Mereka tidak memiliki bom molotov ataupun senjata, mereka hanya memiliki keshabaran. Mereka melarang vandalisme. Apa yang tidak terjadi di negara kita sedang terjadi di Kairo dan Alexandria?
Rakyat menyerukan para penguasa untuk mengakhiri kudeta dan mengembalikan kekuasaan kepada presiden (pilihan) mereka. Bukannya mendengarkan rakyat, para pelaku kudeta Mesir justru meresponnya dengan mengirim para penjahat dengan senjata dan peluru. Anda tahu apa yang membuat sedih saya? Ketika 200 saudara-saudara saya dibunuh dan 5000 ribu lainnya terluka, ada orang-orang (bebal) yang bersuka cita dengan kembang api di Medan Tahrir. Siapa orang-orang ini? Kita harus waspada atas kejahatan seperti ini.
www.merdeka.com

Dimana Eropa? Dimana AS? Dimana nilai-nilai Eropa itu? Mereka yang memberi pelajaran (kami) demokrasi, dimana demokrasi itu? Dimana PBB? Mereka yang berteriak marah ketika polisi Turki menyemprotkan air dan gas air mata dengan cara yang dibenarkan hukum, dimana mereka setelah kudeta dan pembantaian di Mesir? Mereka yang memasang iklan di koran-koran (tentang buruknya HAM di Turki), ratusan orang telah ibantai dalam semalam, Mengapa engkau buta? BCC dan CNN yang melaporkan berjam-jam demonstrasi rusuh di Istanbul, mengapa engkau tidak meliput (tragedi) ini?
Dunia Muslim, saudara-saudara Anda dibantai. Kapan Anda peduli? Kami lebih dari tahu siapa yang berada dibalik kudeta ini. Kami ingin mereka segera mundur semua. Salam kami kepada saudara-saudara kami yang berdiri tegak melawan kudeta dari Istanbul. Semoga Allah bersama rakyat Mesir…”

dilansir dari http://news.fimadani.com/read/2013/07/28/pidato-erdogan-atas-pembantaian-sabtu-berdarah-di-mesir/

follow me @qhimahatthoyyib

Kamis, Januari 10, 2013

Antara Sederhana dan Ketidakteraturan


            Assalamu’alaikum sahabat senja, apa kabar iman kita hari ini? Semoga selalu dapat istiqomah dan terus meningkat yaa..
Topik nikmat kali ini adalah mengenai sederhana dan tidak teratur. Sahabat adakah yang tahu hubungan antara sederhana dan ketidakteraturan?? Saat mendengar kata Sederhana dan Tidak Teratur sekilas terlihat sangat tidak berhubungan, namun ternyata dua kata ini mempunyai hubungan yang sangat erat. Ternyata hubungan erat dua kata ini dapat dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam disiplin ilmu KIMIA bab TERMODINAMIKA yang saya tekuni, kata “Ketidakteraturan” merupakan arti dari kata “Entropi”. Definisi statisis dari Entropi yaitu merupakan derajat kekacauan suatu sistem, semakin besar nilai entropi suatu sistem maka perubahan dalam sistem tersebut akan terjadi secara spontan artinya pembentukan produk dalam sistem tersebut akan lebih cepat terbentuk dibandingkan dengan reaksi yang tidak spontan alias mempunyai derajat ketidakteraturan lebih rendah. Jika reaksi yang terdapat dalam sistem tersebut merupakan sistem terkecil dari kehidupan yang lebih luas, maka itu berarti perilaku tersebut juga terjadi dalam kehidupan nyata di sekitar kita.
Sahabat, pernahkah kita terheran-heran dengan seorang teman kita yang super sibuk seolah tak ada waktu untuk bermain? Tentu saja ada orang yang seperti itu di sekitar kita. Saat membayangkannya, terkadang kita merasa kasihan melihat teman tersebut tetapi ternyata kita salah besar! Orang sukses justru terlahir dari orang-orang yang super sibuk seperti itu. Apa sebabnya? Berikut ini analisisnya :
Analisis ini berasal dari ulasan dosen mata kuliah termodinamika saya saat semester 3. Dosen saya ahli di bidang organik dan biokimia, dengan inisial nama SR. Jadi penjelasannya begini, saat seseorang sebut saja Anton adalah contoh manusia yang super sibuk, ia seorang mahasiswa, pengusaha dan organisatoris. Jadwalnya sangat padat, dari ahad sampai sabtu selalu ada kegiatan, list kegiatan dan tugas yang harus ia lakukan penuh dan sangat banyak, ia hanya punya sedikit waktu untuk bermain dan istirahat bahkan ia harus menjadwalkan kapan ia harus mengunjungi orang tuanya karena tidak bisa sewaktu-waktu pulang ke rumah.
Begitulah contoh sistem yang sangat tidak sederhana, tapi sahabat tahukah engkau bahwa ia sangat teratur menjalani hidupnya. Jika tiba saatnya makan ia makan, tiba waktunya sholat ia sholat, waktunya rapat ia rapat, waktu mengerjakan tugas ia mengerjakan tugas, waktunya pulang ia pulang, waktunya bermain ia bermain, hingga tak ada jadwal yang terlewatkan, semua dilakukan dengan baik, fokus dan sempurna. Jika ada jadwal yang tidak telaksana, ia gunakan untuk istirahat tambahan sesaat. Maka seperti yang sekarang kita bayangkan, pada akhirnya apapun yang dilakukan Anton akan menyebabkan ia menjadi orang sukses, kegiatannya memiliki nilai entropi yang sangat rendah sehingga reaksinya lebih spontan dan ia akan cepat membentuk produk alias menjadi orang sukses.
Jadi begitulah yang bisa saya bagikan hari ini. Sahabat, bandingkan kegiatan Anton dengan para pengangguran. Orang yang menganggur a.k.a mempunyai kegiatan yang sangat sederhana, ia akan bingung mengisi hari-harinya dengan kegiatan apa. Ia bisa makan kapan saja, bisa bermain kapan saja, bisa belajar kapan saja, hidup tidak teratur, akhirnya jatuh sakit karena makan tidak teratur, akibat lain ia akan banyak bermain dan mengerjakan kegiatan tak produktif lainnya sehingga kegiatan tersebut memiliki nilai entropi yang sangat tinggi dan ia sedikit menghasilkan produk, maka ia tidak akan menjadi orang sukses.
Itulah sahabatku perbandingan dan hubungan antara kesederhanaan dan ketidakteraturan. Semakin tak sederhana maka seseorang akan semakin teratur menjalani hidupnya sehingga ia akan lebih produktif dibandingkan sistem/kegiatan yang sangat sederhana dan tidak teratur.
Sahabat, pelajaran yang dapat kita ambil dari ini adalah SELAMA MASIH MUDA DAN SELAMANYA KITA HARUS MENJADI SISTEM YANG TERATUR AGAR DAPAT MENGHASILKAN PRODUK LEBIH BANYAK DAN BERMANFAAT ^_^


follow me @qhimahatthoyyib

Jumat, Juli 27, 2012

'SEMUA PASTI INDAH PADA WAKTUNYA'

Banyak saudara kita kaum muslimin  tanpa sengaja dan tanpa sadar mengutip kalimat tersebut dan menjadikannya sebuah status di facebook.

"Segala sesuatu" akan indah pada waktunya. Kalimat yang perlu dikaji benar-benar. "Segala sesuatu" dapat mengandung segala sesuatu yang bersifat positif tetapi juga mencakupi  segala yang negatif, seperti; "Iblis", "orang kafir", orang munafiq, orang musyrik, neraka dll yang berkonotasi negatif. 
Mohon diperhatikan pembahasan ini bukan bertujuan kepada masalah "sara" tapi bertujuan mengingatkan kepada saudara-saudara kaum muslimin.
Saya juga mengkritisi dari sisi bahasanya saja kalimat "Segala sesuatu" atau "Setiap sesuatu" (كل : 'kullu' by Arabic) atau everything dalam bahasa Ingrisnya Bible ini : He hath made "everything" beautiful in its time: also he hath set eternity in their heart, yet so that man cannot find out the work that God hath done from the beginning even to the end. Adapun tujuan saya membuat note ini memberikan info yang semoga bermanfa'at. Allahu a'lam.
  Sebenarnya darimanakah sumber kalimat tersebut?

Inilah sumber dari kalimat tersebut:
http://www.facebook.com/pages/SEMUA-PASTI-INDAH-PADA-WAKTUNYA/110686132105?ref=ts

Silahkan dilihat ayat-ayat Injil di bawah ini;

Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.


Pengkhotbah 3:2
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;


Pengkhotbah 3:3
ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;


Pengkhotbah 3:4
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;


Pengkhotbah 3:5
ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;


Pengkhotbah 3:6
ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;


Pengkhotbah 3:7
ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;


Pengkhotbah 3:8
ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.


Pengkhotbah 3:9
Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?


Pengkhotbah 3:10
Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.


Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.





PENTING !


.Coba di cek.....Kira-kira adminnya siapa ya?
http://www.facebook.com/pages/SEMUA-PASTI-INDAH-PADA-WAKTUNYA/110686132105?ref=ts banyak saudara kita yang muslim ikut dan suka dengan grup ini. 


 Ketahuilah
Wahai saudaraku yang terlanjur suka dengan Grup 'SEMUA PASTI INDAH PADA WAKTUNYA', ketahuilah itu adalah grup ummat Nasrani....

Rasulullah bersabda:
Ù„َا ÙŠُØ­ِبّ Ø£َØ­َد Ù‚َÙˆْÙ…ًا Ø¥ِÙ„َّا Ø­ُØ´ِرَ Ù…َعَÙ‡ُÙ…ْ ÙŠَÙˆْÙ… الْÙ‚ِÙŠَامَØ©
“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”

HR. Thobroni dalam Ash Shogir dan Al Awsath. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021
 
Bagi kita ummat Islam, alangkah indahnya sabda Rasulullah ini:

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

''Dan sesungguhnya kelapangan pasti datang setelah kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan pasti disudahi dengan kemudahan.'' (HR. Ahmad)

Rabu, Februari 29, 2012

Tirai 8

Benjamin Franklin berkata :
Bila kau tak ingin dilupakan, tulislah buku.
Atau berbuatlah sesuatu yang layak ditulis dalam buku

follow me @qhimahatthoyyib


Serunya Hidup dengan Perhitungan

 
Hari ini, selasa tanggal 21 Februari 2012, gua baru aja menyadari bahwa konsep hidup kita itu banyak sekali diterapkan dalam sesuatu yang kita pelajari sejak SD bahkan ada yang mempelajarinya sejak TK. Ada yang tau?? Ya, perhitungan alias matematika atau kalau di dunia kuliah gua sekarang adalah kalkulus.
Tidak sedikit orang bilang bahwa matematika alias hal-hal yang memerlukan perhitungan adalah sesuatu yang sulit padahal dalam menjalani hidup ini kita sangat memerlukan matematika atau kalkulus karena ada banyak sekali pelajaran mengenai hidup yang dapat kita ambil dari perhitungan tersebut. Misalnya aja dalam persamaan atau yang sering digunakan simbol ‘samadengan (=)’ dari sini kita dapat melihat bahwa saat suatu bilangan kemudian disamadengankan dengan bilangan lain maka kedua bilangan tersebut harus seimbang, contohnya apabila bilangan di sebelah kiri samadengan alias di ruas kiri diberi tanda ‘integral (ʃ)’ maka begitu pula dengan bilangan yang ada di ruas kanan harus diperlakukan dengan hal yang sama. Bukan hanya dalam pengoprasian integral namun juga dalam pengoprasian matematika lainnya.
Dari satu permasalahan ini saja kita dapat mengambil pelajaran bahwa dalam menjalani hidup ini haruslah seimbang antara kanan dan kiri, antara dunia dan akhirat, antara jasmani dan rohani, antara harta dan jiwa.
Selain perhitungan dalam matematika, ada juga materi kesetimbangan dalam Mata Kuliah utama yang gua pelajari yaitu Kimia. Materi ini merupakan materi yang dapat juga kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, apalagi dalam suatu reaksi kimia yang setimbang antara kanan dan kiri tanda panah mengandung pelajaran lain yaitu: reaksi akan dapat lebih cepat terjadi apabila dibantu dengan hal-hal lain. Contoh reaksi kesetimbanagn :
NaOH + HCl -->NaCl + H2O
Dalam reaksi kimia tersebut, ruas kanan disebut Reaktan sedangkan sebelah kiri disebut Produk.
Pada reaksi yang udah gua tulis tersebut, terlihat bahwa ada satu Na, Cl, dan O di ruas kiri dan ruas kanan, juga terdapat dua H disebelah kiri maupun ruas kanan. Hal itu membuktikan bahwa isi dari ruas kanan dan kiri adalah sama meskipun terjadi pasangan yang berbeda.
Selain keseimbangan dalam hidup, hal lain yang dapat kita pelajari dari sistem kesetimbangan adalah :
1.       Sebagai manusia selayaknya kita harus berpindah dan berganti dengan reaksi tertentu menjadi produk baru yang lebih baik dan bermanfaat. Seperti contoh gua diatas yaitu NaCl (garam)
2.       Untuk mempercepat reaksi ada beberapa cara yang dapat kita lakukan yaitu :
a.       Menaikkan suhu lingkungan
Dalam kehidupan sehari-hari, suhu lingkungan yang dimaksud adalah teman-teman disekitar kita atau lingkungan yang kita tempati. Mengapa demikian? Karena saat kita berada di lingkungan yang mendesak kita untuk aktif dan berubah jadi lebih baik, maka kita akan segera berubah karena merasa tersaingi.
b.        Memberi katalis
Dalam dunia kimia, katalis adalah suatu zat yang mampu membantu reaksi berlangsung lebih cepat dengan mengikutsertakan dirinya dalam proses namun tidak ikut bereaksi dan hasilnya dapat diperoleh kembali sedangkan dalam dunia nyata katalis bisa dibilang sebagai ‘Mak comblang’, jadi dengan adanya Mak comblang tersebut diharapkan kita dabat berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dalam hidup ada berbagai macam Mak comblang seperti agama, ilmu, dan pengalaman (cerita) orang lain dan hal-hal lain
c.         Memperbesar konsentrasi
Dengan meninggikan konsentrasi dan fokus kita terhadap suatu hal yang disebut cita-cita atau tujuan hidup, maka kita juga dapat lebih cepat berubah menjadi lebih baik.

Jadi sobat senja, jangan pernah bertanya mengapa kita belajar perhitungan, mengapa kita belajar mengenai atom, kesetimbangan, diferensial, integral, gravitasi dan hukum-hukum dari ilmu lainnya karena dibalik itu kita dapat mengambil sebuah pelajaran berharga yang dapat membuat kita tetap bertahan dalam kehidupan ini dan berubah menjadi lebih baik lagi. SALAM INSPIRASI SENJA!!


follow me @qhimahatthoyyib

Selasa, November 01, 2011

Sepotong Senja Untuk Pacarku



Judulnya keren ya.. andai saja ada seseorang yang memberikan potongan senja itu padaku.. andai saja senja itu untukku.. andai saja senja itu hanya milikku.. andai saja..  
Oke! mari kita berhenti berandai-andai sejenak dan kembali ke topik utama. Sebenarnya judul tulisan ini saya ambil dari sebuah buku berjudul ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku’ yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dan sekarang saya akan menceritakan pada kalian bagaimana dan apa isi buku tersebut.
Saat pertama membaca judul tersebut, saya pikir itu buku yang berisi kumpulan cerpen namun ternyata setelah membuka dan membacanya saya yakin itu adalah kumpulan puisi ber-tema-kan senja. Perpustakaan Insan Cendekia Serpong yang fotonya ada pada tulisan saya yang berjudul “Potongan Kenangan I” adalah tempat dimana saya menemukan buku jadul (baca : jaman dulu) tersebut. Senja itu kubaca buku tentang senja dan saat itu aku mulai terpesona pada senja. Ya! Saya pikir sejak saat itulah saya suka dengan senja dan benar-benar ingin memiliki senja.
Puisi dengan berbagai judul namun mengacu pada satu topik yaitu SENJA dan pengungkapan yang indah tentang senja, tentang dirinya, tentang pacarnya membuat saya benar-benar ingin memiliki senja dan menjadi bagian dari puisi-puisi yang dapat dirangkai menjadi sebuah cerita tersebut. Sungguh! Benar-benar membuat saya terpesona pada senja dan semua warnanya..
Senja yang semula utuh ternyata dipotong oleh seseorang yang akan memberikan potongan senja itu kepada kekasihnya yang berada di tempat tanpa alamat. Kekasih yang memesan potongan senja dan potongan suasana laut senja pun menunggu dengan cemas, berharap pesanannya sampai di tempatnya. Karena tidak ada kendaraan, pemotong senja itu pun meletakkan semua pesanan kekasihnya pada sebuah amplop dan mengirimkannya lewat tukang pos. Bertahun-tahun menunggu, amplop itu tak jua datang. Di akhir perjalanan, semua isi dalam amplop itu tumpah dan selanjutnya saya sarankan kalian membaca kumpulan puisi itu sendiri, bukunya seperti apa? Klik saja “Sepotong Senja Untuk Pacarku” pada koleksi Senja di samping. Terimakasih banyak, arigatou gozaimas, dank u..

follow me @qhimahatthoyyib