Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 07, 2021

Atas Nama Leluhur dan Nenek Moyang

 


                Berkaitan dengan judul ini, dua tulisanku sebelumnya berjudul Salah Taat Kepada Orang Tua dan (Day6) Menasihati Nenek Moyang membahas tema yang sama. Lagi-lagi ada yang perlu kita bahas berkaitan dengan hal ini. Kejadian cukup luar biasa terjadi dalam dua pekan ini, yaitu adanya peraturan presiden yang dikeluarkan berkaitan dengan investasi pada minuman beralkohol. Karena banyaknya penolakan dari berbagai kalangan (yang sebagian besar adalah organisasi Islam), alhasil lampiran ketiga perpres tersebut dibatalkan (kata berita sih begitu).



Selain penolakan, sebenarnya banyak juga netizen yang mendukung peraturan tersebut, berikut alasan-alasan yang populer dari mereka, yang saya lansir dari berbagai sumber:

1.          Ada cukup banyak minuman beralkohol (minol) produk lokal yang merupakan warisan leluhur.

2.  Minol, selain untuk menghangatkan diri juga dipakai dalam peribadatan umat tertentu, untuk mendekatkan diri pada sang Kuasa.

3.     Minol adalah produk kekreatifan akal manusia untuk menikmati dan menghargai sumber daya alam.

4.     Minol juga alat untuk mengakrabkan diri dengan orang lain.

5.   Minol produksi Indonesia perlu dikenal seluruh dunia. Bukankah akan menghasilkan banyak pemasukan jika banyak ekspor minol berkualitas?

6.      Minol punya banyak manfaat, tapi mengapa hanya efek ‘kekerasan’ saja yang ditekankan? Seolah-olah begitu minum, sudah pasti terjadi kekerasan.

7.       Orang yang gak boleh minum, ya gak usah minum lah. Gitu aja kok repot.

Semua alasan tersebut sepertinya cukup masuk akal. Dalam Al Qur’an surat al Baqoroh ayat 219 pun juga disampaikan bahwa khamr (minol) punya manfaat, tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya. Sebagai muslim tentu saja kita hanya bisa taat pada sang pencipta. Selain itu juga perlu kita sampaikan (dakwahkan) ayat ini ke seluruh penjuru dunia. Tapi bukan itu fokus kita pada tulisan ini.

Alasan paling kuat yang cocok untuk tabiat masyarakat Indonesia adalah minol dilestarikan atas nama leluhur dan nenek moyang. Mereka beritikad baik untuk melestarikan budaya yang telah diwariskan turun temurun. Sayangnya, hal ini juga  tertolak di dalam Islam. Memang kita dianjurkan berbuat baik pada orang tua, meskipun mereka bukan seorang muslim. Tapi, Al Qur’an diturunkan untuk memberi peringatan kepada kaum yang nenek moyangnya (atau bapak-bapaknya) belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. Ini disebutkan dalam surat Yasin ayat 6. Jadi, tradisi leluhur dan nenek moyang yang tidak sesuai dengan syariat sudah jelas harus dihentikan. Selain itu, manusia memang diciptakan dengan akal yang dapat digunakan untuk berpikir dan berkreasi sekreatif mungkin, namun tentu saja ada batasan yang harus dijaga karena bagaimanapun ia diciptakan oleh zat yang Maha Sempurna. Wallahu A’lam.

Minggu, November 15, 2020

One of The Sights – Mr. Brain

 

                Salah satu genre film/drama jepang kesukaanku adalah science fiction. Berbeda dengan drama korea atau barat, sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada bumbu romantisme pada drama jepang khusus bertema medical, detective, law dan science yang pernah kutonton. Salah satu drama science unik yang membuatku ingin beralih bidang keilmuan yaitu drama yang ditayangkan tahun 2009 berjudul ‘Mr. Brain’. Drama ini menarik karena paduan plot cerita detektif-kepolisian dengan penyelesaian sains. Sehingga aku terinspirasi untuk menjadi kimiawan forensik dan menyelesaikan kasus di kepolisian. Akhirnya, aku mengambil mata kuliah kimia forensik dan biokimia genetik. Namun, ternyata aku tak jadi melakukan kerja praktik (tahun terakhir sarjana) di kantor polisi. Sampai saat ini pun, aku belum pernah sama sekali berpengalaman di bidang itu.

                The National Research Institute of Police Science (IPS).

Tsukumo sensei, seorang neurosaintis yang di setiap episodenya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kriminal. Tentu saja dibantu oleh saintis bidang lain yaitu image analyst, sound and voice analyst, ahli kimia, dan ahli biologi. Ia sangat menyukai pisang karena kandungan gizi yang dapat meningkatkan kerja otak. Karakternya yang unik eksentrik itu membuatnya tak disukai oleh para polisi dan saintis lain saat awal-awal pertemuan. Namun, seiring berjalan waktu mereka sangat mengandalkan Tsukumo sensei karena ia dapat memecahkan persoalan dengan baik, benar dan efektif. Selain itu, para saintis juga terpengaruh oleh kebiasaannya makan pisang di tempat kerja.

Sebenarnya, anggota IPS tidak boleh berinisiatif dan ikut melakukan penangkapan. Tapi, Tsukumo sensei selalu ingin berkomunikasi dan bertemu dengan (terduga) pelaku, korban dan saksi untuk mempelajari secara langsung (isi) otak mereka. Dengan demikian, ia akan tahu apakah orang itu berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Seringkali ia juga menggunakan alat bantu yaitu fMRI (merek APERTO Eterna-Hitachi)—yang sepertinya adalah iklan drama ini—untuk mengetahui kebenaran yang ditunjukkan oleh salah satu bagian otak yaitu hipokampus. Karena prinsipnya, mulut manusia bisa berbohong tapi tidak dengan otaknya.

Seperti plot cerita detektif pada umumnya, setiap episode drama ini mengandung satu kisah masalah sederhana dan potongan cerita dari satu masalah kompleks yang diceritakan berkesinambungan. Persoalan mengejutkan yang terjadi yaitu musuh besar kepolisian yang selama ini dicari ternyata adalah seorang polisi yang ada di dalam grup dan kantor yang sama. Keanehan ini sudah ditunjukkan sejak episode pertama, lalu dimunculkan pada episode-episode berikutnya hingga diselesaikan di episode terakhir.

sumber gambar: google


Tujuan Tsukumo menjadi seorang neurosaintis yang sebenarnya adalah untuk mempelajari otaknya sendiri. Keanehan yang terjadi di dalam otaknya itu muncul setelah ia mengalami kecelakaan lima tahun sebelum ia bergabung dengan tim saintis IPS. Ia yang dulu adalah seorang host sebuah klub malam, kini menjadi seorang yang lebih rasional, lebih cerdas, dan memiliki tujuan. Drama ini diakhiri dengan kepergiannya ke Amerika karena jurnalnya yang menarik.

Pada dasarnya, neurosaintis mengetahui kinerja dari bagian-bagian otak manusia. Sebagian mereka juga mempelajari tingkah laku dan proses berpikir seseorang. Sehingga para ahli otak dapat dengan mudah memanipulasi pikiran dan psikologis orang lain. Meskipun demikian, sampai saat ini aku belum pernah berhubungan secara langsung dengan mereka. Selain itu, peralatan keren, canggih dan sangat menakjubkan yang ditunjukkan di dalam drama ini juga sampai saat ini belum kuketahui ada atau tidaknya kecuali fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging). Aku tahu keberadaannya karena aku pernah diperiksa dengan MRI (meski sedikit berbeda), tapi terkait kegunaan fMRI untuk memeriksa ingatan pada hipokampus (terduga) pelaku belum pernah kuketahui beritanya. Sejauh ini, hingga tahun 2019, jurnal terkait neuroscience menggunakan fMRI untuk pemeriksaan pasien medial Temporal Lobe Epilepsy (mTLE), penderita emotional disorder, penderita alzheimer dan penyakit otak/emosi lainnya. Namun, sepuluh tahun telah berlalu sejak tayangan drama itu, mungkin sebagian fasilitas canggih itu sudah ada di suatu tempat (di negara maju) yang belum kita tahu.

follow me @qhimahatthoyyib

Senin, Desember 31, 2018

POLITISASI KEHIDUPAN-Bagian 5: Kesetimbangan Reaksi



                Di dalam reaksi kimia, selain berlangsung searah menuju hasil reaksi, terdapat pula reaksi bolak-balik. Jika diibaratkan dalam kehidupan manusia, maka reaksi ini seperti reaksi imbal balik atau umpan balik (feed back). Reaksi yang setimbang berlangsung dengan kecepatan yang sama tanpa meperhatikan satuan waktu. Menurut asas Le Chatelier “jika terhadap suatu sistem kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem kesetimbangan tersebut akan cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut dengan melakukan pergeseran sampai terbentuk kesetimbangan baru. Akan tetapi, faktor-faktor yang mengubah kesetimbangan tiidak akan mempengaruhi harga tetapan kesetimbangan (Kc)”. Sedangkan tetapan kesetimbangan, Kc, hanya bergantung pada besarnya konsentrasi zat gas atau larutan pada reaski tersebut.

Berikut merupakan contoh reaksi kesetimbangan pada pembentukan gas karbononoksida.
2C (s) + O2  (g) ↔ 2CO (g)

Besar tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah Kc = [CO]^2 / [O2]

Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan reaksi:

  1.          Konsentrasi. Kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang konsentrasinya berkurang.
  2.          Suhu. Jika dinaikkan maka kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm (entalpi positif).
  3.     Tekanan. Jika dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang jumlah molekulnya paling sedikit.
  4.     Volume. Jika diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang jumlah molekulnya paling sedikit.
Peristiwa kesetimbangan reaksi ini dapat kita aplikasikan pada kehidupan. Misalnya terdapat dua orang/organisasi/perusahaan dll menjalin hubungan, maka tetapan kesetimbangan reaksi/eratnya jalinan hubungan tersebut dipengaruhi oleh orang/organisasi/perusahaan yang masih berada dalam tahap gas atau larutan. Berarti dalam hal ini, orang/organisasi/perusahaan tahap gas atau larutan adalah bagian yang memiliki kekuasaan lebih rendah/lebih labil/berhati lembut dibandingkan partnernya yang bersifat solid/sudah memiliki kekuatan yang baik/keras kepala. Sehingga orang/organisasi/perusahaan tersebut harus lebih fleksibel mengubah dirinya. Karena jika tidak demikian maka reaksi yang setimbang tidak akan terjadi.
Pengubahan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan reaksi yang setimbang oleh orang/organisasi/perusahaan bersifat gas atau larutan tersebut dalam menghadapi partner yang bersifat solid/sudah memiliki kekuatan yang baik/keras kepala dapat berupa 4 faktor seperti yang telah disebutkan di atas yaitu konsentrasi, suhu, tekanan dan volume. Sekian tulisan di akhir tahun ini. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Selamat merancang target-target baru untuk tahun 2019 ke depan. Sampai jumpa di tulisan-tulisan selanjutnya. Wassalamu’alaikum~

follow me @qhimahatthoyyib

Jumat, Desember 28, 2018

POLITISASI KEHIDUPAN-Bagian 4: Reaksi


                Hari ini masing-masing anggota lab kami (laboratorium bahan alam) melakukan presentasi capaian 2018 dan rencana 2019. Setiap orang menampilkan desain, poin, dan isi presentasi berbeda karena memang tidak ada format khusus/tetap seperti penulisan makalah tesis atau jurnal. Sehingga masing-masing orang menampilkan sesuai dengan apa yang dikehendaki. Terutama pada poin rencana yang akan dilakukan pada tahun 2019, sebagian besar poin sangat beragam di samping menyelesaikan tesis atau tugas akhir. Beberapa berencana untuk wirausaha, beberapa ingin melanjutkan studi di luar negeri, beberapa hanya menyampaikan fokusan studi saja, beberapa juga ingin mendapat pekerjaan tetap. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kestabilan yang diinginkan masing-masing orang sangat berbeda dan beragam. Keinginan tersebut ada karena latar belakang yang berbeda, kemampuan yang berbeda, dan sebab-sebab lainnya.
                Poin-poin yang dapat diambil dari kejadian tersebut adalah pertama bahwa reaksi setiap individu terhadap perintah amatlah beragam terlebih ketika tidak ada persyaratan tertentu. Pun saat ada syarat-syarat khusus, perbedaan reaksi antar individu juga tidak akan hilang sepenuhnya. Kedua yaitu definisi stabil setiap orang berbeda bergantung pada keadaan diri dan mungkin juga lingkungan. Kestabilan pada diri manusia juga mencakup hal yang disebut kemapanan. Ketiga yaitu usaha yang dilakukan pun juga akan berbeda oleh setiap individu meskipun target akhir yang ingin dicapai sama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kita tidak perlu risau menghadapi pebedaan di dalam kehidupan ini. Terlebih dalam perbedaan pendapat terutama di tahun politik 2019. Bahkan dalam hal beragama pun telah disebutkan di dalam Al-Qur’an oleh Allah yaitu tidak ada paksaan dalam memilih agama islam. Tetapi jika kita berbeda agama maka diperintahkan bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Hal ini justru merupakan pernyataan kebebasan dan toleransi terbaik yang diberikan oleh agama islam. Namun, jika sudah menjadi muslim maka ketetapan, perintah, larangan dan aturan lainnya bagi kaum muslimin wajib kita taati.
                Sikap-sikap demikian tersebut sebenarnya sudah alami terjadi di kehidupan ini. Setiap tumbuhan misalnya, memiliki senyawa yang berbeda di masing-masing tubuhnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bertahan hidup di tempat-tempat yang berbeda. Beberapa harus tahan di dasar laut melawan dingin, sebagian di atas gunung melawan angin, sebagian lainnya mengeluarkan bau tak sedap, sebagian lain lagi menyemprotkan harum yang menyengat, dan sebagainya dan sebagainya. Tumbuhan bertahan hidup dengan caranya masing-masing. Senyawa yang ada di dalam tubuhnya bereaksi dengan cara masing-masing.
Secara umum reaksi yang terjadi di dalam kehidupan adalah reaksi oksidasi dan reduksi karena unsur utama senyawa organik yaitu oksigen, hidrogen dan karbon. Reaksi tersebut kemudian didetilkan menjadi empat reaksi utama yaitu subtitusi (penggantian), eliminasi (pengurangan), adisi (penambahan) dan penataan ulang (perubahan struktur namun jumlah unsur tetap). Maka begitu pulah lah reaksi yang dapat kita lakukan dalam menjalani kehidupan. Jika ada yang rusak maka dilakukan penggantian. Jika ada kelebihan maka dilakukan pengurangan. Jika ada kekurangan maka harus dilengkapi. Jika tidak ada input dari luar maka sebaiknya restrukturisasi/penataan ulang. Pada sistematika reaksi adisi senyawa alkena (rangkap dua) dan alkuna (rangkap tiga) pun ada perbedaan hasil. Ada senyawa yang memenuhi aturan markovnikov (kaya semakin kaya) atau anti markovnikov.
Oleh karena itu, hendaknya kita sewajarnya saja dalam menyikapi perbedaan. Baik pada perbedaan pendapat, perbedaan sifat, perbedaan derajat, atau perbedaan lainnya karena sesungguhnya setiap makhluk itu sama yaitu memiliki perbedaan. Sekian, semoga bermanfaat. insyaAllah tulisan-tulisan ke depan masih dalam tema yang sama dengan permasalahan dan solusi kimia yang lebih rinci. Wassalam~

follow me @qhimahatthoyyib

Minggu, Desember 16, 2018

POLITISASI KEHIDUPAN-Bagian 3: Perubahan Struktur



                Suatu hari seorang teman mengungkapkan pendapatnya, “Mengapa saat mencari makanan harus melihat ada tidaknya tulisan halal? Bukankah Indonesia mayoritas muslim? Seharusnya tak perlu menuliskan label halal pada produk makanan, kan?” Apabila dilihat dari satu sisi, menurutku pendapat ini sangat benar. Tetapi jika dilihat dari sisi lain, pendapat ini kurang tepat.
                Di negara ini, umat muslim jarang merasa khawatir jika berbelanja daging di pasar baik tradisional maupun modern, membeli makanan di warung, atau keperluan lain. Namun, setelah globalisasi mulai berkembang biak, bukan hanya perubahan cuaca tetapi juga bahasa, budaya, kesenian, mode, teknologi bahkan pasar global, Indonesia sedikit demi sedikit berubah untuk tetap eksis di dunia Internasional. Sehingga kekhawatiran umat muslim terhadap makanan, kosmetik atau keperluan halal lainnya meningkat. Jika MUI tidak mengeluarkan label halal, maka produk (industri/homemade) yang tidak halal harus menuliskan label ‘Tidak Halal’, atau ‘Mengandung Babi’, ‘Mengandung Alkohol’, ‘Mengandung Rum’ atau label lain untuk menunjukkan ketidakhalalannya. Tindakan seperti ini akan menyulitkan bahkan dapat menyudutkan umat muslim. Padahal berbagai produk tersebut dijual untuk umum, tetapi seolah-olah hanya umat muslim yang tinggal di negeri ini dan berhak mengatur regulasi penjualan mereka. Jadi, sudah merupakan hal yang tepat produk halal untuk umat muslim bertuliskan label halal oleh MUI. Lalu bagaimana jika produk tidak/belum terdaftar label halal MUI? Maka, keputusan jual beli diserahkan kembali kepada produsen dan konsumen. Jual beli dapat berlangsung apabila kita merasa produk tersebut aman dan cocok, produsen tidak berbohong atas detail produknya, atau hal-hal lainnya.
                Persoalan tersebut menunjukkan bahwa reaksi lingkungan tergantung pada tindakan yang telah kita lakukan. Namun, tindakan yang kita lakukan tidak harus dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti yang telah saya tuliskan pada kedua judul sebelumnya, partikel terkecil yaitu atom sampai materi terkompleks yaitu manusia menginginkan kehidupan yang stabil, tanpa masalah, tanpa kesulitan. Tetapi kenyataanya kestabilan bukanlah sesuatu yang tetap, bukan hal yang kekal karena terkadang ia dipengaruhi oleh lingkungan.
                Senyawa air, H2O, adalah salah satu senyawa alami yang melimpah di muka bumi. Zat cair ini dikenal dengan warnanya yang bening, tidak berasa, dan tidak mudah terpisahkan. Namun, kenyataanya air dapat mengalami perubahan warna, rasa dan juga dapat dipisahkan. Hal ini merupakan salah satu contoh bahwa kestabilan suatu senyawa dapat berubah sesuai lingkungan. Misalnya, pada suhu dingin 0°C (nol derajat celsius), air akan berubah wujud menjadi es dimana peristiwa ini disebut pembekuan. Dalam wujud es, senyawa H2O akhirnya dapat dipecahkan. Peristiwa lain yaitu penguapan, adalah saat air berubah wujud menjadi uap akibat lingkungan yang panas 100°C (seratus derajat celsius). Dalam wujud ini, akhirnya senyawa H2O tercerai berai.
                Jika kestabilan suatu benda mati dapat mengalami perubahan, maka manusia pun pasti demikian. Suatu kestabilan yang berubah merupakan suatu hal yang berbeda dengan ketidakstabilan. Karena suatu hal yang tidak stabil tersebut tidak akan terbentuk. Namun, pada ketiga wujud yang telah dijelaskan sebelumnya, senyawa H2O tetap ada di muka bumi. Bagaimanapun bentuknya, bagaimanapun strukturnya, H2O akan terus eksis di dunia. Begitupun manusia, masing-masing mempunyai kriteria kestabilan berbeda dan dapat berubah-ubah. Perubahan dapat terjadi karena lingkungan ataupun sebaliknya. Misalnya, semasa sekolah merasa stabil jika selalu ranking pertama. Setelah bekerja, merasa stabil jika gaji di atas 10 juta. Saat berkeluarga merasa stabil jika punya rumah mewah.
Sahabat, tingkat kestabilan seseorang akan mempengaruhi cara ia bereaksi terhadap lingkungannya. Semakin stabil seseorang, maka ia tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Ia tidak juga membandingkan kestabilan dirinya dengan kestabilan orang lain. Pun ia tidak juga memberikan standar kestabilan pada selain dirinya. Lalu bagaimana seharusnya bereaksi terhadap lingkungan? insyaAllah akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Sekian, selamat menikmati akhir pekan~

follow me @qhimahatthoyyib

Sabtu, Desember 15, 2018

POLITISASI KEHIDUPAN-Bagian 2: Pembentukan Ikatan



                Fakta yang ada di Indonesia yaitu bahwa Islam adalah agama mayoritas. Sebanyak apapun orang membenci islam, entah terhadap orangnya, entah terhadap agamanya, entah memang parno dari sononya, atau sudah sakit telinga saat mendengarnya, kita tidak dapat menafikan kenyataan bahwa Islam telah menguasai Indonesia. Jika agama islam adalah agama penebar kebencian, maka tidak masuk akal jika 80% penduduk negeri ini adalah muslim. Padahal sebelum Islam datang, kita tahu bahwa Majapahit dengan latar belakang Hindu-Budha-Animisme telah menguasai Nusantara yang meliputi Indonesia  dan beberapa Negara Asia Tenggara lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sejak dahulu Islam merupakan pilihan utama masyarakat.
                Kini, islamophobia, ungkapan untuk seseorang yang fobia dengan Islam, semakin berani menunjukkan dirinya. Mereka meyakini bahwa Islam harus ditumpas, apapun alasannya. Kejadian ini serupa dengan hal yang telah dialami oleh Rosulullah dan kholifah setelahnya. Bukankah tidak ada hal yang baru di dalam hidup kita? Semuanya pasti berulang, berputar seperti roda, meskipun jaman dan teknologi semakin berkembang tetapi sifat manusia pada dasarnya begitu-begitu saja. Jika kita baca sejarah perkembangan Islam di masa Rosulullah, kaum kafir Quraisy atau musuh islam lainnya ‘hanya’ merasa terancam dengan keberadaan Islam. Mereka akan melakukan segala cara agar Islam tak dapat mengalahkan ‘kepopuleran’ mereka. Orang-orang itu ‘hanya’ gengsi, tinggi hati dan ingin berkuasa atas segala.
                Kebencian ini berimbas pada seluruh aspek kehidupan. Kampus dan sekolah Islam dianggap ladang teroris, organisasi Islam dianggap mengancam kesatuan Negara, hingga parta Islam pun tak luput dari berbagai tudingan. Oleh karena itu, untuk menghadapi kebencian ini diperlukan sikap politik (taktik, rencana, siasat, strategi) agar umat Islam tidak terbakar, terpengaruh atau termakan ucapan tersebut. Bagaimanapun umat islam harus bersatu, memperkuat ikatan ukhuwah islamiyah, agar tidak mudah terpecah-belah.
                Kekuatan akan terbentuk jika masing-masing diri kita saling berikatan. Peristiwa ini bahkan terjadi pada partikel terkecil pembentuk materi yaitu atom. Tidak ada satu atom pun di muka bumi ini yang tidak berikatan. Karena ikatan ini diperlukan agar atom-atom tersebut menjadi lebih stabil. Kestabilan pada atom terjadi apabila elektronnya telah memenuhi kaidah duplet (dua elektron) atau oktet (delapan elektron). Kaidah tersebut hanya terjadi apabila suatu atom berikatan dengan atom lain. Sehingga tak ada cara lain untuk mencapai tingkat kestabilan yang lebih tinggi selain saling berikatan.
                Berbagai ikatan yang terjadi di dalam senyawa adalah ikatan ion (umumnya antara atom logam dan nonlogam), ikatan kovalen (umumnya antara atom nonlogam dan nonlogam), ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam. Jenis-jenis ikatan tersebut ada karena masing-masing sifat atom berbeda. Di antaranya ada atom yang mempunyai pasangan elektron bebas, ada yang mudah melepaskan elektron, ada yang senang mengambil elektron, dan ada juga yang senang dengan sesama kelompoknya sendiri. Selain terjadi antara dua atom, ikatan juga dapat terbentuk antara sekelompok atom. Oleh karena itu, beberapa istilah yang dikenal pada atom-atom yang saling berikatan yaitu molekul, unsur dan senyawa.
                Jadi, begitupun halnya yang terjadi pada manusia. Pembentukan ikatan, perkuat ukhuwah, juga merupakan salah satu cara untuk mencapai kestabilan. Namun, apakah kestabilan tersebut bersifat kekal? insyaAllah akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Wassalamu’alaikm dan selamat berjuang~

follow me @qhimahatthoyyib

Jumat, Desember 14, 2018

POLITISASI KEHIDUPAN-Bagian 1: Ionisasi



                Semakin dekat dengan tahun 2019, semua kegiatan yang ada tidak pernah lepas dari dugaan “ini pasti ada apa-apa”, ”pasti ingin menaikkan elektabilitas”, “wah, ini pasti jadi ajang kampanye”, dan pernyataan lain yang lebih heboh. Maklum, 2019 mendatang adalah tahun pergantian pemerintahan semua elemen, dari legislatif sampai eksekutif. Ingat! April 2019 nanti jangan golput yaa~ meskipun banyak sekali anggapan ‘halah, siapapun pemerintahnya toh gak akan ngaruh buat kehidupan kita’. Perlu diketahui oleh buibu dan pakbapak sekalian bahwa pemerintah punya kekuasaan untuk mengatur pajak, mengeluarkan perundang-undangan, mengatur semua elemen dari pendidikan sampai kesehatan. Hanya ada dua kemungkinan hasil dari semua aturan tersebut yaitu mensejahterakan dan membahagiakan rakyat, atau mencekik dan menyakiti rakyat. Berhubung Indonesia masih menggunakan sistem kedaulatan rakyat, maka mari kita gunakan dengan baik hak tersebut. Karena nasib bangsa ini, nasib rakyat, nasib kita, dan keturunan kita ada di tangan kita.
                Pada tema tulisan ‘Politisasi Kehidupan’ berikut, saya tidak akan membahas hal di luar bidang saya atau di luar kemampuan saya. Singkat kata, saya akan mencoba membahas dari sisi keilmuan Kimia. Fokusan ilmu kimia adalah sifat, bentuk dan perubahan. Intinya adalah jika terjadi perubahan dalam suatu reaksi, maka perubahan reaksi tersebut berasal dari perubahan bentuk senyawa di dalamnya. Sehingga sifatnya pun mengalami perubahan dan terjadilah reaksi. Oleh karena itu, mendalami ilmu kimia setara dengan mempelajari kehidupan. Karena kehidupan terkecil di muka bumi berasal dari partikel terkecil yang disebut atom.
                Sangat sempit pemikiran seseorang apabila menganggap sikap politik hanya digunakan dalam politik praktis, atau selalu mengaitkan kata politik dengan partai politik, dan hal-hal lain yang serupa. Padahal sikap politik sudah terjadi dari kehidupan terkecil hingga kehidupan terbesar. Jika dipelajari lebih rinci, sikap politik terjadi pada atom, tubuh makhluk hidup, kehidupan makhluk hidup serta alam semesta. Berdasarkan KBBI, kata politik (n) mempunyai beberapa arti yaitu 1 (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan; 2 segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain; 3 cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah), kebijaksanaan. Jadi, kata ‘politik’ dapat digunakan dalam berbagai hal mengenai pengambilan tindakan atau siasat. Sehingga tidak ada satu hal pun yang terhindar dari politik.
                Atom merupakan partikel terkecil penyusun materi yang di dalamnya terdapat elektron (partikel negatif), proton (inti atom postif), dan neutron (inti atom tidak bermuatan). Di dalam sistem periodik, atom dikelompokkan berdasarkan sifatnya, nomor massanya, jumlah kulit atau tingkat energinya, banyaknya elektron valensi/terluar dan sebagainya. Atom-atom logam yang tergolong pada 1A dan 2A mudah mengalami ionisasi dengan melepaskan elektron terluarnya, sebaliknya atom-atom golongan 6A dan 7A dapat mengalami ionisasi dengan menangkap/mengambil elektron dari atom sekitarnya. Ionisasi/pembentukan atom bermuatan merupakan salah satu sikap politik yang terjadi pada atom. Atom selalu mencari cara termudah dan tercepat untuk mencapai kondisi stabil.
Seperti atom, manusia pun mencari cara tercepat dan termudah untuk mencapai kestabilan. Berbagai kondisi stabil yang diharapkan oleh manusia seperti badan yang sehat sehingga apapun bisa dilakukan atau harta yang melimpah agar semua keinginan terkabulkan serta hal-hal lain yang berkaitan. Setelah mencapai kondisi stabil, mengapa setiap manusia masih memerlukan manusia lainnya? InsyaAllah akan kita lanjutkan di bagian dua. Terimakasih, selamat beraktifitas~

follow me @qhimahatthoyyib

Minggu, Januari 14, 2018

Untuk Apa Tangan Kita Diciptakan?

Beberapa waktu lalu saya melihat dorama Jepang jadul berjudul Great Teacher Onizuka (GTO)-Taiwan series. Dorama jepang dengan genre sejenis atau hampir mirip dengan GTO mudah sekali ditemukan, misalnya dorama akhir tahun 2017 Saki ni Umareta Dake no Boku dan Minshuu no Teki atau dorama lama yaitu Gakko no Kaidan (2016) dan Change. Perbedaan dari masing-masing dorama tersebut adalah aktor utama yang berperan sebagai agen perubahan dan target wilayah yang diubah. Kembali pada dorama GTO Taiwan, terdapat salah satu scene (saya lupa pada episode ke berapa) Onizuka sensei berbicara pada Xieli sensei kurang lebih terjemahnya adalah “...lalu, buat apa kedua tanganmu itu?...” kemudian Xieli sensei terdiam dan berpikir. Pada dorama tersebut, Onizuka sensei berperan sebagai agen perubahan dalam suatu sekolah. Ia digambarkan sebagai guru yang sangat peduli kepada muridnya dan mengatasi berbagai masalah yang menimpa muridnya dengan cara unik versinya.
Kata-kata tersebut kemudian membuatku berpikir bahwa mungkin saja kita diciptakan tidak hanya untuk memikirkan keberadaan diri sendiri, egois nama lainnya, khususnya dengan hadirnya kedua tangan ini. Entah pemikiran tersebut sudah berapa kali muncul di kepala selama seperempat abad hidupku ini. Pemikiran jenis ini entah sudah pernah kutuangkan dalam tulisan atau belum. Seperti sudah pernah kuungkapkan tetapi dicari tulisannya pun tidak ketemu. Mungkin sudah waktunya untuk saya tuliskan tentang hal ini sekarang.
Sahabat, mengenai persoalan ‘untuk apa kedua tangan kita’ diciptakan ini kemudian saya mencari kata ‘tangan’ di dalam al Qur’an dan menemukan satu ayat yang tepat untuk menjawabnya. Selain itu, di dalam hadits Rosulullah menyebutkan pula kegunaan dari tangan pada manusia yang tepat digunakan sebagai jawaban dari pertanyaan Onizuka sensei terhadap Xieli sensei. Al-Qur’an surat al-Isro’ (17) ayat ke-29 menyebutkan (artinya):
29. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal
Menurut Abu Umamah r.a. ayat ini turun ketika suatu hari Rosulullah SAW berkata kepada ‘Aisyah r.a. “aku akan menafkahkan semua yang aku miliki”, kemudian ‘Aisyah menjawab "jika begitu, tentu tidak akan ada lagi yang tersisa sedikitpun.” (HR ibnu Mardawaih).
Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa tangan yang terbelenggu pada leher artinya menahan diri dari berinfak secara keras-keras (pelit sekali) karena hal itu akan membuatnya tercela. Sedangkan membelanjakan atau mengeluarkan harta secara berlebihan dan tidak memiliki apa-apa lagi maka hal itu akan membuatnya menyesal.
Hadits Rosulullah SAW yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi pada Riyadhus Shalihin bab ke-23 tentang Memerintah Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran nomor 1/184 menyebutkan bahwa Abu Said Al-Khudri mendengar Rosulullah SAW bersabda “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).
Imam Ahmad menjelaskan lebih lanjut tentang hadits ini  yaitu mengubah kemungkaran dengan tangan maksudnya bukanlah dengan pedang atau senjata melainkan kemampuan/kedudukan yang digunakan untuk mengingatkan dengan berlaku santun dan lembut, tanpa kekerasan, halus dan tidak mengundang kemarahan serta kebencian.
              Sahabat, telah jelas sudah mengapa tangan ini diciptakan oleh Allah untuk kita. Bukan hanya sebagai alat untuk mengepal, tetapi juga untuk menggenggam tangan-tangan yang membutuhkan bantuan. Bukan hanya digunakan untuk menyendok makanan, tetapi juga untuk meraih kembali orang lain pada jalan kebaikan. Bukan hanya memberikan nafkah pada keluarga atau apapun namanya, tetapi juga untuk menebarkan kebahagiaan. Jadi, sudahkah kau temukan jawaban untuk apa selama ini kedua tanganmu kau gunakan?
Sebagai penutup, saya ingin mengutip perkataan dari sastrawan sekaligus ahli tafsir Sayyid Quthb yaitu “Orang yang hidup untuk dirinya sendiri akan hidup sebagai seorang kerdil. Akan tetapi, orang yang hidup untuk orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.” Jadi, untuk siapa kau dedikasikan hidup yang kau jalani sekarang? Semoga Allah merahmati kehidupan sahabat sekalian. Wallahu a’lam.


follow me @qhimahatthoyyib

Kamis, Juni 16, 2016

Setapak Cahaya: BERPIKIR LOGIS



Assalamu’alaikum sahabat, bagaimana hari ini? Masihkah anda bahagia? Semoga demikian yaa.. Berdasarkan hasil riset dari beberapa sumber disebutkan bahwa indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. InsyaAllah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an hati kita yang sakit akan menjadi kembali tenang dan sembuh. Ya, karena Al-Qur’an adalah obat untuk segala penyakit, baik penyakit yang tampak maupun yang tidak tampak oleh manusia. Allah sendiri yang mengatakannya. Namun karena keimanan kita yang masih dangkal, banyak sekali di antara kita yang masih menyangsikannya.
Di era kehidupan yang semakin sekuler seperti ini, ilmu pengetahuan dan logika seolah berbeda jalan dan tidak dapat beriringan dengan agama. Hal ini sudah menjadi momok sejak dulu. Mungkin sahabat ingat kisah awal mula ditemukannya teori halosentris (matahari sebagai pusat tata surya) yang sangat ditentang oleh pihak gereja. Hal inilah yang menyebabkan para ilmuwan saat itu tidak berteman baik dengan para pemeluk agama. Sehingga tidak diragukan lagi mengapa banyak sekali para ilmuwan memilih sebagai seorang atheis (tidak bertuhan).
Pengetahuan selalu dihubungkan dengan logika yang seolah-olah kedua hal itu berlawanan dengan agama. Banyak dari kita mengira bahwa agama tidak bisa dilogika, sehingga kita mudah sekali ditipu dengan pemikiran sekuler yang memang sengaja mengobrak-abrik konsep berislam. Padahal jelas-jelas bila kita tahu isi Al-Quran, sebagiannya berisi ilmu pengetahuan. Ilmuwan-ilmuwan yang sengaja meneliti Al-Qur’an pun kemudian banyak yang menjadi muallaf dan taat berislam karena ayat-ayat-Nya. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa kita lah yang sesungguhnya kurang dalam belajar. Kurang bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur’an untuk dilogikakan, juga kurang mengasah otak untuk bisa berpikir logis untuk mengalahkan pemikiran logika para kaum sekuler.
Beberapa contoh sikap logis yang ditunjukkan oleh Rosulullah adalah ketika menyelamatkan seseorang yang dikejar seorang quraisy untuk dibunuh. Seorang quraisy tersebut bertanya kepada Rosulullah, apakah beliau melihat si fulan yang dikejarnya. Kemudian Rosulullah berpindah satu langkah dari tempat beliau berdiri dan mengatakan semenjak aku berdiri di sini aku tidak melihatnya. Tentu saja sikap itu dilakukan untuk melindungi dan menghindari pembunuhan. Demikian, untuk mengakhiri tulisan ini mari kita baca terjemah surat Az-Zumar ayat 1-2: 1. kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah yang Maha Perkasa (Maha Mulia) lagi Maha Bijaksana. 2. sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu (Muhammad) kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan (tulus ikhlas beragama) kepada-Nya.
Sebagai penutup, sesungguhnya seberapa tinggi pun kita berlogika, tentu saja ada batasnya. Seperti komputer yang diciptakan oleh manusia, manusia juga sesuatu yang diciptakan oleh Dzat lainnya. Kecanggihan komputer tidak akan melebihi kecanggihan manusia yang membuatnya. Serta manusia tidak akan lebih canggih dari penciptanya. So, selamat belajar sahabat :)


follow me @qhimahatthoyyib

Kamis, Januari 17, 2013

Energi Rendah, Impian Alamiah Semesta Alam


Assalamu’alaikum sahabat senja.. apa kabar iman kita hari ini? Semoga selalu meningkat yaa..
Seperti biasa, senja ini saya berbagi satu hal kepada sahabat sekalian. Tulisan ini masih mengenai tentang sikap dan perilaku kemarahan manusia (pada judul Segar danMenyegarkan) tapi sebelum itu saya mau nanya nih sama kepada sahabat semua. Begini, ada yang tahu mengapa mata air itu berasal dari gunung kemudian bermuara di laut? Ada yang tahu mengapa benda yang dilempar ke atas atau ada di atas selalu ingin turun alias jatuh ke tanah? Ada yang tahu mengapa kita benci sekali kepada orang yang suka marah? Ketiga pertanyaan itu jawabannya hanya satu, yaitu seperti cerita berikut ini.
Sahabat, pertanyaan tersebut mempunyai ciri khas yang sama. Intinya yaitu bertanya mengapa semua benda termasuk manusia selalu ingin berada di bawah. Sebenarnya yang dimaksud dengan bawah adalah tempat yang berenergi rendah seperti lantai satu, kaki gunung, pantai dan semacamnya, bukan bawah dalam definisi lain seperti bawahan, peringkat terbawah dan semacamnya. Hal ini dikarenakan semua benda akan stabil bila berada pada energi terendahnya.
Dalam ilmu kimia yang saya pelajari pada mata kuliah Stuktur Atom dan Molekul menerangkan bahwa elektron selalu ingin berada pada tingkat yang memiliki energi lebih rendah, hal ini dikarenakan elektron-elektron tersebut ingin berada pada tingkat kestabilan yang tinggi. Pada tingkat yang lebih stabil tersebut, suatu atom akan bisa lebih banyak menghasilkan produk. Coba kita analogikan dengan kehidupan kita sehari-hari. Begini, sahabat semua pernah mengalami kejadian yang mengharuskan berada pada suatu tempat penuh sesak tidak? Misalkan lift yang penuh, atau ruang kelas yang penuh, atau bus kota yang penuh? Apakah sahabat pernah mengalami? Bagaimana rasanya berada dalam kesesakan? Benar-benar tak bisa kesana kemari bukan? Bahkan bergerak sedikit melonggarkan tubuh pun tak bisa, apalagi makan dan beristirahat dengan nyaman, sudah pasti tak bisa bukan?
Energi Rendah = Tak Marah

Nah, dalam keadaan yang seperti itu bagaimana reaksi kita? Sudah pasti mengeluarkan banyak keringat, bahkan ada yang marah-marah dan mengutuk situasi. Begitulah contoh elektron yang berada pada tingkat energi yang tinggi, tidak bisa bergerak dan menghasilkan sesuatu maka dari itu elektron tersebut harus pindah ke tempat yang memiliki energi lebih rendah. Jadi, jawaban dari mengapa air selalu bermuara ke laut, mengapa benda selalu ingin jatuh, mengapa manusia tidak suka orang yang pemarah adalah karena kita semua termasuk alam secara alamiah menginginkan tempat yang memiliki energi rendah agar menjadi stabil dan kemudian menghasilkan produk.
Begitulah kawan, kita sebagai manusia yang mempunyai akal diharapkan agar selalu menciptakan tempat berenergi rendah tersebut sendiri agar kita selalu dalam keadaan stabil dan menghasilkan banyak produk. Tak perlu marah-marah dan bertindak seenaknya apalagi perbuatan tersebut merugikan orang lain. Maka dari itu CIPTAKANLAH SELALU ENERGI RENDAH AGAR KITA SELALU STABIL DAN LEBIH PRODUKTIF ^_^


follow me @qhimahatthoyyib

Minggu, Januari 13, 2013

Adanya Sama Dengan Tidak Ada


Assalamu’alaikum sahabat, selamat senja..
                Sahabat, saat membaca judul tulisan ini adakah diantara kita yang merasa tersinggung? Berucap ‘wah ini gue banget deh!’ atau ‘hmm kira-kira apa ya isinya?’ atau ‘hmm kayaknya gue pernah digituin deh!’ atau malah ‘ih biasa aja, sori-sori aja kalo gue sih gak pernah!’. Asal tahu saja ternyata hal seperti judul tersebut memang sudah kodrat alam. Saya baru menyadari berita ini setelah setahun mempelajari dan menempuh pendidikan di Jurusan Kimia FMIPA.
                Hmm begini, pernah baca tulisanku sebelumnya yang berjudul Berpasangan=Identik tapitidak serupa? Sedikit ada hubungannya sih karena yang akan saya bahas di sini adalah tentang elektron dan orbitalnya.. Jadi begini, partikel terkecil yang ada di dunia ini adalah atom. Menurut penelitian ahli, suatu atom terdiri dari 3 unsur yaitu proton, elektron, dan neutron. Satu-satunya unsur yang dapat bergerak dalam atom adalah elektron (muatan negatif) karena dia tidak mempunyai tempat yang jelas dan tetap maksudnya ia dapat berpindah dari orbital yang satu ke orbital yang lain (naik atau turun). Elektron ini berada mengelilingi atom. Contoh real-nya begini, elektron adalah seperti planet-planet yang mengitari matahari (mempunyai orbit tertentu untuk berputar secara teratur) bedanya elektron dapat berpindah orbital artinya dapat semakin mendekat atau menjauh dari inti. Sedangkan matahari seperti proton (muatan positif) dan neutron (tidak bermuatan). Liputan dan keterangan selengkapnya ada di sini dan di sana.
                Dalam ilmu Kimia, orbital dari elektron biasa disebut kulit. Kulit-kulit ini berurutan dari 1, 2, 3 dan seterusnya atau bisa dikatakan K, L, M dan seterusnya. Gambarannya seperti ini :
Gambar 1. Ilustrasi lintasan elektron
Gambar 2. tabel kulit elektron dan bilangan kuantumnya


Misalkan saja unsur C, unsur ini memiliki no.atom 6 maka ia punya 6 elektron jadi pengisian elektron-elektron tersebut adalah seperti pada gambar 3. Sedangkan unsur Mg bernomor atom 12, maka pengisian elektronnya adalah seperti gambar 3 pula. Dari situlah dapat kita ambil pelajaran bahwa pada unsur C seolah-olah ia hanya mempunyai 2 orbital yaitu kulit K dan L serta unsur Mg seolah-olah mempunyai lebih dari 2 orbital, namun kawan yang terjadi sesungguhnya bukan seperti itu. Unsur C dan Mg mempunyai sejumlah kulit atau orbital yang sama namun perbedaannya adalah pada unsur C hanya 2 orbital saja yang terisi elektron dan pada unsur Mg ada 3 orbital yang berisi elektron.

Gambar 3. Konfigurasi elektron pada atom C dan Mg

Dari pernyataan tersebut maka pertanyaannya sekarang adalah kemana orbital-orbital selanjutnya? Nah jawabannya adalah seperti yang sudah saya tulis pada judul di atas. Orbital-orbital lainnya yang tidak terisi bukannya hilang tapi hanya kosong, jadi keberadaannya tidak akan pernah dianggap karena merupakan hal yang tidak penting alias tidak akan termasuk dalam perhitungan atau jawaban untuk penelitian selanjutnya. Maka kawan, perlu diketahui dan diingat apakah kita mau seperti orbital kosong itu yang keberadaannya tidak akan pernah dianggap atau dianggap tidak penting? Tentu tidak bukan.. Jadi mulai sekarang marilah kita menjadi orbital yang berisi, seberapapun isinya karena hakekatnya suatu orbital dapat menampung minimal 2 elektron dan maksimal sesuai tingkat energi orbital tersebut (K=terendah hingga tak higga=tertinggi). MARI BERJUANG BERSAMA! KARENA HIDUP ITU PENUH BANYAK WARNA, MAKA KITALAH YANG MEWARNAINYA.. ^_^


follow me @qhimahatthoyyib

Kamis, Januari 10, 2013

Antara Sederhana dan Ketidakteraturan


            Assalamu’alaikum sahabat senja, apa kabar iman kita hari ini? Semoga selalu dapat istiqomah dan terus meningkat yaa..
Topik nikmat kali ini adalah mengenai sederhana dan tidak teratur. Sahabat adakah yang tahu hubungan antara sederhana dan ketidakteraturan?? Saat mendengar kata Sederhana dan Tidak Teratur sekilas terlihat sangat tidak berhubungan, namun ternyata dua kata ini mempunyai hubungan yang sangat erat. Ternyata hubungan erat dua kata ini dapat dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam disiplin ilmu KIMIA bab TERMODINAMIKA yang saya tekuni, kata “Ketidakteraturan” merupakan arti dari kata “Entropi”. Definisi statisis dari Entropi yaitu merupakan derajat kekacauan suatu sistem, semakin besar nilai entropi suatu sistem maka perubahan dalam sistem tersebut akan terjadi secara spontan artinya pembentukan produk dalam sistem tersebut akan lebih cepat terbentuk dibandingkan dengan reaksi yang tidak spontan alias mempunyai derajat ketidakteraturan lebih rendah. Jika reaksi yang terdapat dalam sistem tersebut merupakan sistem terkecil dari kehidupan yang lebih luas, maka itu berarti perilaku tersebut juga terjadi dalam kehidupan nyata di sekitar kita.
Sahabat, pernahkah kita terheran-heran dengan seorang teman kita yang super sibuk seolah tak ada waktu untuk bermain? Tentu saja ada orang yang seperti itu di sekitar kita. Saat membayangkannya, terkadang kita merasa kasihan melihat teman tersebut tetapi ternyata kita salah besar! Orang sukses justru terlahir dari orang-orang yang super sibuk seperti itu. Apa sebabnya? Berikut ini analisisnya :
Analisis ini berasal dari ulasan dosen mata kuliah termodinamika saya saat semester 3. Dosen saya ahli di bidang organik dan biokimia, dengan inisial nama SR. Jadi penjelasannya begini, saat seseorang sebut saja Anton adalah contoh manusia yang super sibuk, ia seorang mahasiswa, pengusaha dan organisatoris. Jadwalnya sangat padat, dari ahad sampai sabtu selalu ada kegiatan, list kegiatan dan tugas yang harus ia lakukan penuh dan sangat banyak, ia hanya punya sedikit waktu untuk bermain dan istirahat bahkan ia harus menjadwalkan kapan ia harus mengunjungi orang tuanya karena tidak bisa sewaktu-waktu pulang ke rumah.
Begitulah contoh sistem yang sangat tidak sederhana, tapi sahabat tahukah engkau bahwa ia sangat teratur menjalani hidupnya. Jika tiba saatnya makan ia makan, tiba waktunya sholat ia sholat, waktunya rapat ia rapat, waktu mengerjakan tugas ia mengerjakan tugas, waktunya pulang ia pulang, waktunya bermain ia bermain, hingga tak ada jadwal yang terlewatkan, semua dilakukan dengan baik, fokus dan sempurna. Jika ada jadwal yang tidak telaksana, ia gunakan untuk istirahat tambahan sesaat. Maka seperti yang sekarang kita bayangkan, pada akhirnya apapun yang dilakukan Anton akan menyebabkan ia menjadi orang sukses, kegiatannya memiliki nilai entropi yang sangat rendah sehingga reaksinya lebih spontan dan ia akan cepat membentuk produk alias menjadi orang sukses.
Jadi begitulah yang bisa saya bagikan hari ini. Sahabat, bandingkan kegiatan Anton dengan para pengangguran. Orang yang menganggur a.k.a mempunyai kegiatan yang sangat sederhana, ia akan bingung mengisi hari-harinya dengan kegiatan apa. Ia bisa makan kapan saja, bisa bermain kapan saja, bisa belajar kapan saja, hidup tidak teratur, akhirnya jatuh sakit karena makan tidak teratur, akibat lain ia akan banyak bermain dan mengerjakan kegiatan tak produktif lainnya sehingga kegiatan tersebut memiliki nilai entropi yang sangat tinggi dan ia sedikit menghasilkan produk, maka ia tidak akan menjadi orang sukses.
Itulah sahabatku perbandingan dan hubungan antara kesederhanaan dan ketidakteraturan. Semakin tak sederhana maka seseorang akan semakin teratur menjalani hidupnya sehingga ia akan lebih produktif dibandingkan sistem/kegiatan yang sangat sederhana dan tidak teratur.
Sahabat, pelajaran yang dapat kita ambil dari ini adalah SELAMA MASIH MUDA DAN SELAMANYA KITA HARUS MENJADI SISTEM YANG TERATUR AGAR DAPAT MENGHASILKAN PRODUK LEBIH BANYAK DAN BERMANFAAT ^_^


follow me @qhimahatthoyyib

Berpasangan = Identik Tapi Tak Serupa


       Assalamu’alaikum sahabat semua, selamat senja.. Senja ini ada satu hal yang ingin saya ceritakan kepada sahabat senja semua di muka bumi ini. Kira-kira apa yang sahabat pikirkan tentang kata “Pasangan”? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasangan berarti : 1yg selalu dipakai bersama-sama sehingga menjadi sepasang: mana ~ sepatu ini?; 2seorang perempuan bagi seorang laki-laki atau seekor binatang betina bagi seekor jantan atau sebaliknya: mana ~ menarimu?; 3 salah satu dr dua organ tubuh yg berpasangan;  4 yg merupakan pelengkap bagi yg lain. Dari definisi tersebut kita tahu apa yang dimaksud dengan kata pasangan. Dalam bahasa arab ‘pasangan’ diartikan juga sebagai ‘yang menjadi satu’. Jadi dari definisi tersebut kita tahu bahwa pasangan bukan terdiri dari dua hal yang sama.
       Ada hal menarik yang ingin kuceritakan kepada sahabat semua tentang pasangan. Pasangan bukan hanya tentang hitam-putih, tua-muda, pria-wanita dan sebagainya namun ternyata dalam suatu partikel terkecil bernama atom pun Allah sudah menciptakan sebuah pasangan. Mau tahu ceritanya?? Jadi begini, Pernah dengar kata ‘Konfigurasi elektron? Diagram tingkat energi? Aturan Hund? Prinsip Aufbau? Asas Larangan Pauli?’
Konfigurasi Elektron merupakan cara penulisan elektron dari suatu atom pada orbital dari tingkat energi terendah sampai selanjutnya. Dalam penulisan ini, terdapat berbagai aturan seperti aturan hund, asas aufbau, asas larangan pauli.
Aturan Hund berbunyi bila terdapat orbital-orbital yang berenergi sama maka elektron-elektron mengisi orbital-orbital berbeda tersebut dengan satu elektron terlebih dahulu dan dengan spin yang parallel.
Prinsip Aufbau menyebutkan electron-elektron akan mengisi orbital yang energinya lebih rendah terlebih dahulu.
Asas Larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron yang memiliki bilangan kuantum yang sama. Jadi bila n, l, dan ml kedua elektron semuanya sama, ms haruslah berbeda, sehingga kedua elektron tersebut memiliki spin berlawanan. Secara lebih umum, tidak ada dua fermion identik (partikel dengan spin pecahan) boleh menduduki keadaan kuantum yang sama secara bersamaan.
Dengan aturan-aturan seperti itu, dapat diberikan contoh seperti berikut :
Atom C mempunyai nomor atom 6 maka konfigurasi elektronnya adalah 1s2 2s2 2p2 dengan gambar berikut:
Gambar 1. Konfigurasi atom C

Dari susunan tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa dalam satu orbital hanya dapa diisi oleh 2 elektron yang mana bilangan kuantum-nya berbeda, dua elektron tersebut bisa bersama selamanya atau juga dapat berpisah akhirnya jika atom C berikatan dengan atom lain. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dua elektron tersebut merupakan pasangan dalam satu orbital atom C yang mana kedua elektron itu tidak mempunyai sifat yang persis sama dan serupa tetapi hanya identik artinya sifat keduanya hanya mirip namun berasal dari jenis yang sama yaitu elektron.
Hal ini sama halnya dengan manusia.. manusia mendapatkan pasangan sejenis yaitu sama-sama manusia tapi tak boleh serupa artinya seorang laki-laki tidak boleh berpasangan dengan laki-laki dan juga wanita tak boleh berpasangan dengan wanita karena pasangan yang seperti itu tidak ada tempatnya artinya tidak ada orbital yang mau menerima 2 elektron dengn bilangan kuantum sama. Jadi seperti itulah aturan yang diberikan oleh Allah kepada semua makhluknya di jagad raya ini. Maka sebagai manusia yang percaya adanya Tuhan kita sudah seharusnya mematuhi apapun yang sudah Tuhan takdirkan untuk kita, menerima apa adanya dan mensyukurinya.

KARENA HANYA DENGAN BERSYUKUR, HIDUP KITA MENJADI BAHAGIA DAN BAROKAH ^_^

follow me @qhimahatthoyyib