Selasa, Februari 26, 2019

COUPLE TIME: Persiapan Tiga-Mencari Pasangan



               Jika semua persiapan sebelumnya (komunikasi dan ilmu) sudah dilakukan, maka kini saatnya mencari pasangan. Ketiga hal tersebut dapat dilakukan bersamaan, namun lebih pas dilakukan berurutan. Seperti dua persiapan sebelumnya, perkara yang satu ini untuk sebagian orang juga bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Beberapa mungkin tak pede (red: percaya diri) dan merasa belum pantas, beberapa juga tak kunjung mendapatkan yang cocok setelah kenalan sana sini hingga akhirnya menyerah, dan beberapa mengalami gejolak dalam dirinya karena merasa belum butuh pasangan. Meski banyak alasan yang menghalangi, namun ada banyak pula alasan untuk melakukannya. Rosulullah SAW bahkan memperingatkan dan melarang umatnya untuk membujang. Selain itu, Rosulullah SAW bersabda ‘seseorang yang telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka hendaknya dia bertaqwa kepada Allah SWT pada separuh sisanya.’
                Seperti sahabat semua ketahui, bahwa saat ini adalah era media sosial dimana semua informasi terbuka luas dari siapapun dan untuk siapapun. Salah satunya yaitu maraknya kemunculan selebgram dan vlogger. Minidrama, webdrama, kajian, dan informasi tentang ta’aruf, jodoh dan sebagainya semakin mudah didapatkan. Selain pasangan selebriti lokal atau pasangan lokal lainnya, banyak pula international couple (pasangan antar negara) yang memperlihatkan kehidupan mereka melalui sosial media. Berbagai tontonan tersebut bisa jadi ilmu yang bermanfaat jika kita dapat mengambil hikmah dan tidak hanya sekadar refreshing. Terutama jika kita melihat berbagai komentar dari netizen, yaitu ada complemet, bullying, agreement dan lain-lain maka pastikan semua hal itu dapat kita jadikan sebagai pelajaran.
                Banyak hal menarik yang disampaikan oleh para vlogger atau selebgram pasangan, sampai seringkali netizen dibuat baper atau ingin melakukan atau mendapatkan hal yang sama, mungkin asal negaranya, mungkin pekerjaannya, mungkin sifatnya, mungkin tempat atau negara yang ditinggalinya dan lain sebagainya. Hingga kemudian berbagai keinginan yang membingungkan itu berebut memenuhi kepala kita. Namun sebagai muslim/ah, Rosulullah SAW sudah memberikan saran bagaimana karakter pasangan yang sebaiknya dipilih pada haditsnya yaitu ‘dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda, wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukannya, ketiga kecantikannya dan keempat agamanya. Maka carilah wanita yang beragama agar engkau beruntung.’ Hadits Nabi SAW tersebut menunjukkan bahwa hal terpenting pada seorang pasangan adalah agamanya, maksudnya pasangan tersebut taat beribadah dan baik dalam melaksanakan syari’at. Jadi hal-hal di luar itu adalah perkara tambahan yang disesuaikan dengan kondisi dan selera tiap orang.
                Beberapa tips untuk sahabat yang ingin proses pencarian pasangannya dilakukan dengan syar’i yaitu pertama minta dicarikan oleh kawan-kawan yang sudah menikah. Kedua minta dicarikan oleh orangtua. Tapi mungkin banyak sahabat yang malu melakukan hal ini. Ketiga minta dicarikan oleh guru ngajinya.  Keempat mendatangi biro jodoh islami, biasanya didahului dengan menghadiri kajian, seminar atau kelas pranikah. Kelima terus berusaha memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Allah. Demikian, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf bila ada salah dan kurang dalam penulisan. See you later~

follow me @qhimahatthoyyib

Sabtu, Februari 23, 2019

COUPLE TIME: Persiapan Dua-Ilmu



                Tidak ada yang menafikan kebutuhan ilmu dalam suatu pekerjaan. Beragama perlu ilmu, sholat perlu ilmu, memasak perlu ilmu, sampai hal aneh seperti sulap pun perlu ilmu. Saking perlunya amnusia terhadap ilmu, maka segala macam sekolah pun dibentuk. Cooking class, magic class, TOEFL preparation, sanggar tari, klub olahraga dan sebagainya adalah contoh-contoh sekolah untuk ilmu tertentu. Di dalam islam, ilmu menjadi suatu hal yang penting untuk diperoleh. Sebagai seorang muslim, ilmu utama yang perlu kita pelajari adalah segala macam ilmu yang berkaitan dengan syari’at dan pelaksanaanya. Begitupun dengan pernikahan.
                Sebelum mencari pendamping, bahkan sebelum muncul keinginan untuk menikah, segala ilmu tentang pernikahan hendaknya sudah kiita pelajari. Tentu saja jika sudah saatnya, saat pemikiran sudah mencukupi dan bukan pada masa kanak-kanak. Ilmu-ilmu tersebut dapat diperoleh dari kajian, seminar, buku, pengalaman kawan dan orang sekitar dan lain-lain. Semakin dini kita mengetahui ilmunya, maka kita akan semakin biijak pada saat menjalani prosesnya.
                Beberapa kali mengikuti seminar dan kajian, pun mengadakan seminar dan kajian, sangat sedikit peserta pria yang kudapati hadir dalam majelis tersebut. Beberapa fakta yang kudapati dari seorang kawan adalah pria-pria cenderung malu menghadiri majelis demikian, mungkin juga karena jumlah wanita saat ini lebih banyak daripada pria. Para pria cenderung mengambil jalan lain dalam mempelajari persoalan ini. Bisa jadi karena ego, atau mungkin gengsi, atau karena hal lain yang tidak dapat dipahami oleh wanita. Bagiku, hal ini wajar-wajar saja.
                Beberapa alternatif yang bisa kusampaikan kali ini untuk kawan-kawan yang malu atau tak sempat menghadiri majelis darat yaitu, pertama kawan-kawan bisa berbincang dengan sahabat dekat (tentunya sejenis) atau senior-senior yang sudah menikah terlebih dahulu. Kedua kawan-kawan bisa request di media sosial pada orang-orang yang sudah menikah untuk membagikan beberapa tips. Setahu saya saat ini sudah banyak kawan-kawan yang mengunggah berbagai tips (menikah dan merawat anak) pada ig storynya. Selain itu, sahabat juga bisa melihat video tentang kajian ustadz/ah atau berbagai tips di youtube atau mesin pencarian.  Ketiga, hal yang tak kalah penting yaitu banyak mengamati berbagai macam karakter keluarga di lingkungan sekitar, tetangga, keluarga besar, dan mengambil hikmah dari pengamatan tersebut. Keempat, selain melalui media online, sahabat juga bisa mendengarkan kajian dari radio-radio islami. Kelima, karena belum tentu apa yang kita dapatkan dari orang lain adalah hal-hal yang sesuai dengan syari’at islam. Maka peran ustadz menjadi sangat penting dalam hal untuk mencari ilmu tentang pernikahan.
Sahabat, meski sudah banyak cara untuk mencari ilmu dari media online, menghadiri majelis adalah suatu hal yang utama karena keberkahan dan malaikat Allah banyak dilimpahkan saat itu. Demikian mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Rosulullah SAW berpesan bahwa ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Maksudnya adalah sesuatu yang kurang manfaat. Oleh karena itu, berbagai ilmu syari’at pernikahan yang telah kita pelajari, hendaknya semaksimal mungkin kita lakukan. Meskipun latar belakang keluarga kita kurang islami atau kurang pengetahuannya terhadap syari’at islam, maka hendaknya kita dapat mengomunikasikan kepada mereka dan membujuk mereka dengan baik semampu kita dan semaksimal mungkin. Akhirul kalam, wassalamu’alaikum~

follow me @qhimahatthoyyib