Kamis, Februari 23, 2017

Everything Happened by Reasons



                Kawan-kawan yang berkecimpung dalam bidang kimia atau seorang kimiawan, sudah pasti bisa memaknai kalimat yang kutulis menjadi judul tersebut. Yes, Everything happened by reasons. Semua reaksi kimia yang dapat berlangsung secara spontan pasti ada sebab mengapa hal tersebut bisa terjadi. Entah itu dari struktur senyawa maupun kondisi lingkungan. Begitu pula apa yang terjadi pada jalur kehidupan kita. Ibarat proses yang terjadi dalam reaksi suatu senyawa organik pada tumbuhan, setiap manusia juga memiliki jalur biosynthesis kehidupannya masing-masing. Hal inilah yang kemudian disebut takdir, bila semua hal tersebut sudah terjadi. Jika belum terjadi? Tentu saja kita bisa merencanakan apa yang kita inginkan. Namun hasilnya? Serahkan saja pada Yang Mempunyai Kekuasaan.
                Oke, kembali kepada apa yang ingin saya ceritakan di sini. Siang ini I’ve planned to go to campus sekitar pukul 11.00. So, after I had a little meeting dengan atasan di tempat (yang bisa dibilang) kerja then I am going to look for lunch. Entah mengapa tiba-tiba aku tidak tahu apa yang ingin kumakan. Semua warung, cafĂ©, resto, terasa sama, terasa membosankan. Padahal kemarin ketika berpuasa aku menginginkan segala hal masuk ke dalam mulutku. Jadilah aku mengendarai motorku carefully and slowly, barangkali tetiba ada warung yang menarik hati. Tanpa kusangka, di persimpangan 5 jalan tiba-tiba terpikirkan untuk menuju ke salah satu arah dan menentukan warung makan mana yang akan kutuju. Sebuah tempat makan yang sudah agak lama belum kudatangi.  Yeah, finally I ended up there and had lunch happily.
                Minutes later, I’ve to go to campus but happened saw a little woman with her bicycle stopped few meters in front of me like she had a problem with it. She is look so sad and I don’t know why I want to help her. Because I feel that few months ago I can’t really help someone like I done before. Ternyata rantai sepedanya lepas, dan karena kulihat ia masih muda serta tidak berpengalaman, so I finally ended up help her. And yeah, it works. Everything went smoothly with my helping. Alhamdulillah, she could continue her steps to her campus. Kampusnya berbeda denganku, aku juga sudah mengira sebelumnya but wow, finally I know someone who’s studying there. We talked a bit, then she leave me and me too continuing my driving after that. But wait, I don’t even ask her name or her number, lol :v
                Jadi, dari pengalaman tersebut kita bisa simpulkan bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semuanya terencana seperti ada sesuatu yang menjalankan kita seperti boneka kayu dengan benang. Sehingga ketika ada salah satu bagian yang rusak pada diri, barang atau hal-hal di sekitar kita, maka pun juga ada penyebabnya. Semoga dengan tulisan ini, kita bisa teringat kembali pada hal-hal baik maupun buruk yang terjadi pada diri kita dan kita menyadari serta bisa mengetahui penyebabnya agar kita bisa memperbaikinya untuk masa yang akan datang. InsyaAllah di dalam Al-Qur'an juga ada yang disebutkan, namun saya belum sempat mencarinya. Sorry~