Jumat, Oktober 28, 2011

Aku, Islam, dan Allah


Aku adalah pena saat memulai hidupku dan menuliskan jejak-jejakku pada lembaran hidupku. Aku adalah kuas saat kanvas hidup mulai terbentang dan warna-warna indah harus kulukiskan padanya. Aku adalah penulis dan pelukis saat aku mulai ada di alam dunia ini. Aku adalah titipan, saat aku dilahirkan orangtuaku dan harus memilih jalan hidupku sampai nanti diambil kembali oleh Tuhanku.
Aku seseorang yang beruntung yang mengenal jalan yang benar dan lurus setelah aku berjanji pada Allah untuk mengakui-Nya sebagai Tuhan sebelum aku diutus ke alam baru. Aku seseorang yang beruntung yang dilahirkan oleh orangtua yang bisa membantuku menyusuri jalan yang benar dan lurus itu. Aku adalah ciptaan dan Ia adalah pencipta, pencipta yang Mengatur segala, yang Memberikan segala, yang Kuasa atas segala, yang Mulia atas segala, yang Agung atas segala, yang Mengasihi dan Menyayangi segala—apapun—yang diciptakannya.
Aku dan Islam seperti sahabat yang selalu melekat dan tak pernah lepas, semoga saja bisa sampai nanti saat ajal mendekat. Islam adalah jalan, islam adalah petunjuk, islam adalah penuntun saat aku mulai menapakkan kakiku pada alam baru, saat aku mulai menuliskan jejakku pada lembaran hidupku, saat aku mulai mewarnai kanvasku, kanvas hidup pemberian Tuhanku. Aku dan Islam tak pernah bisa dilepaskan, tak penah bisa dipisahkan, karena aku percaya pada Allah dan aku percaya akan Islam, karena aku bangga meyakini Allah dan aku bangga menjadi bagian dari Islam.
 Aku adalah aku, tapi aku adalah bagian dari sahabatku. Aku adalah aku, tapi aku bagian dari Islam. Aku adalah aku, tapi aku adalah ciptaan. Aku adalah aku, tapi Allah penciptaku lebih tahu siapa aku dan untuk apa aku diciptakan. Aku adalah aku, yang menuliskan jejakku pada lembaran hidupku, yang mewarnai kanvasku dengan Islam sebagai petunjukku dan Allah sebagai penuntunku.(qhi) 

follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar