Selasa, Mei 31, 2016

Setapak Cahaya: HARTA YANG SESUNGGUHNYA



Assalamu’alaikum sahabat, apa kabar iman kita hari ini? Alhamdulillah Ramadhan sudah semakin dekat. Bagaimana persiapannya, apakah sudah beres semua? Selalu dibutuhkan persiapan untuk menghadapi segala sesuatu. Termasuk persiapan dalam menyambut kehadiran bulan suci ini. Jangan sampai tidak ada hal istimewa yang kita lakukan di bulan dilipatgandakannya pahala suatu amalan. Juga jangan sampai kita tidak kuat menjalani puasa Ramadhan karena kita kurang persiapan. Salah satu yang tidak boleh tertinggal dalam bulan ini adalah persiapan harta benda untuk disedekahkan.
Sedikit mari kita intip tulisan sebelumnya berjudul (Day 3) Sesegar Marjan. Seperti tertulis di sana bahwasannya salah satu sedekah sederhana yang bisa kita lakukan adalah tersenyum kepada saudara. Selain dapat menyegarkan orang lain, senyum juga dapat menyegarkan hari-hari kita sendiri. Mengawali hari dengan senyuman, akan membuat suasana hati kita membaik dan akan menstimulasi diri kita untuk menjalani hari-hari dengan bahagia.
Namun, seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya sedekah paling istimewa adalah dengan harta. Hal ini berulang-ulang disebutkan di dalam AlQur’an menjadi salah satu perangkat yang penting digunakan untuk berjihad.  Keistimewaan lain dari bersedekah secara tertulis terdapat pada surat Al-Baqoroh ayat 245, artinya:
245. siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Mari sedikit kita baca sebab turunnya ayat ini. Ibnu Haiban di dalam Kitab shahihnya, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Ibnu ‘Umar meriwayatkan bahwa di akhir turunnya ayat 261 surat Al-Baqoroh, Rosulullah SAW berdoa “Ya Robbi! Semoga Engkau melipatgandakan untuk umatku”. Maka turun ayat 245 yang menjanjikan pelipatgandaan tanpa batas. Selanjutnya, di dalam Tafsir Jalalain dijelaskan bahwasannya pemberian pinjaman kepada Allah yang dimaksud adalah menafkahkan hartanya di jalan Allah dengan ikhlas kepada Allah semata. Maka balasannya akan berlipat dari sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat seperti disebutkan dalam ayat lainnya. Allah akan menahan rezeki orang yang dikehendaki-Nya sebagai ujian dan melapangkan terhadap orang yang dikehendaki-Nya sebagai cobaan. Kemudian di akhirat akan dibalas oleh Allah segala amal perbuatan yang telah dilakukan manusia.
Dari penjelasan tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa tidak ada alasan untuk tidak bersedekah. Rezeki yang melimpah ataupun yang kurang (lebih baik kita sebut ‘cukup’) telah diatur semua oleh Allah sebagai ujian dan cobaan. Hal ini menjadi bukti bahwasannya rezeki tersebut adalah titipan dari Allah. Sehingga sedekah merupakan salah satu bukti syukur kita terhadap apapun yang telah dititipkan oleh Allah kepada kita. Sejenak mari kita renungi salah satu kata mutiara berikut, bahwasannya ada tiga jenis HARTA. Pertama, adalah harta titipan yaitu segala jenis harta yang ada di dalam diri dan rumah kita. Kedua, adalah harta yang kita makan yaitu harta yang kita belanjakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Ketiga, adalah harta yang sesungguhnya yaitu harta yang kita sedekahkan. Harta jenis ketiga inilah sesungguhnya yang benar-benar merupakan kepemilikan kita. Karena di akhirat nanti ia akan menjelma menjadi istana.
Sebagai referensi unik, sahabat juga bisa membaca kisah seorang haji yang menginfakkan hartanya di dalam buku Lapis-Lapis Keberkahan (Salim A. Fillah). Sahabat akan menemukan berbagai kisah-kisah ajaib di sana. Oke, demikian yang kita bisa bahas hari ini semoga bermanfaat dan bisa membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat beraktifitas dan mengumpulkan harta yang sesungguhnya :)


follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar