Rabu, Agustus 03, 2011

Ini tujuanku, apa tujuanmu?

Lagi-lagi saya harus memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan. Saat ditanya oleh seseorang ‘apa tujuan hidup anda di dunia?’ atau ‘pernahkah anda bertanya mengapa kita diciptakan oleh Allah?’, seseorang yang menanyakan pada anda pertanyaan seperti itu artinya orang tersebut telah mengetahui jawabannya. Mau tahu? Mari simak terus tulisan ini.

Untuk urusan seperti itu, sebenarnya Allah telah menjelaskan kepada kita melalui KalamNya yang mulia dan seringkali kita kurang memahaminya. Allah berfirman dalam surat Al-Dzariyat ayat 56 yang artinya : “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Nah! Dengan memahami ayat di atas, maka jelas sudahlah tujuan kita hidup di dunia ini. Kemudian jika kita telah mengetahui tujuan hidup kita, apa yang harus kita lakukan? Dan saya punya saran untuk kita semua,, namun jika ada kekurangan, saya mohon pembaca sekalian berpartisipasi untuk membenarkannya,,

Pertama, kita harus benar-benar memahami makna yang terkandung pada ayat di atas. Kata ‘Mengabdi’ berasal dari kata ‘abdi’ yang berarti hamba atau hamba sahaya, maka semua perbuatan yang kita lakukan sesungguhnya hanya untuk Tuhan semesta alam Allah SWT sebagai Tuan atau Dzat yang memiliki kita. Kemudian setelah kita tahu bahwa semua perbuatan kita hanya kita persembahkan untuk Dzat penguasa alam, apakah kita akan melakukan perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat atau hal-hal yang dilarang oleh Tuan kita? Tentu tidak kan?

Maka hal yang kedua adalah kita harus mengetahui perbuatan-perbuatan apa yang disenangi oleh Tuan kita agar kita mendapat pujian dari-Nya dan mendapat ridho-Nya agar di akhir nanti kita mendapat balasan yang setimpal yang kita inginkan yaitu surga. Untuk mengetahui hal itu, Allah telah memberi Kitab kepada kita, kitab yang berisi aturan-aturan dalam menjalani hidup serta perbuatan-perbuatan yang tidak Dia senangi maupun yang Dia ridhoi. Jika sebuah lembaga seperti negara, sekolah ataupun yang lainnya memiliki aturan, begitu pula Allah SWT.. maka dengan menjalankan apa yang ada dalam “Undang-Undang” Allah tersebut kita akan mendapat ridhoNya dan mencapai surgaNya.. Amiin.

Masalah lain yang muncul adalah ‘Bagaimana cara menerapkan aturan tersebut?’, itulah yang banyak ditanyakan oleh masyarakat di sekitar kita. Mengapa demikian? Karena mereka sesungguhnya belum benar-benar memahami isi “Undang-Undang” Allah tersebut. Maka langkah ketiga yang perlu kita lakukan adalah memahami dan mempelajari dengan benar Kalamullah yang mulia tersebut. Karena Kitabullah Al-qur’an bersifat umum maka Allah menerangkan rinciannya dalam wahyu lain yang kita sebut As-Sunnah atau hadits Nabi. Jadi untuk benar-benar memahami kita harus menggunakan as-sunnah untuk mempelajari dan menerapkan isi Al-qur’an.

Jika anda masih merasa sulit untuk menerapkannya,, diskusikan dengan orang-orang yang menurut anda lebih ahli daripada anda dalam hal tersebut bertanyalah sampai detail, sampai anda mengerti dan jika sudah mengerti jangan lupa untuk menerapkannya dan mengajarkan pada orang lain.

follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar