Senin, Agustus 08, 2011

Mencoba Menunggu


“...........
Ia pikir hanya ia yang menunggu?? Memangnya ia pikir aku tidak menunggu??  Ia pikir aku tidak menyukai seseorang dan menunggu orang itu?? Kita sama-sama menunggu bukan?? Dan kau ta, apakah kau tidak menunggu, tentu saja kau menunggu kan ta?? Harusnya ia tahu, semua orang itu menunggu,, ada yang menunggu waktu, menunggu seseorang yang benar-benar dipasangkan untuknya oleh Allah, menunggu adanya dana, menunggu usia yang tepat dan semua jenis menungggu yang lain,, harusnya ia  tahu itu ta,,! memangnya untuk apa Allah menciptakan kita, padahal Allah sudah berjanji semua hal itu berpasangan, apakah hanya diminta menunggu dan bersabar saja ia tidak mau?? Semua orang pasti bisa kan ta, jika mereka percaya janji Allah adalah selalu benar, lalu apakah ia tidak percaya janji Allah?? Aku tak tahu ta, aku sangat bingung menghadapinya, aku hanya bisa menceritakan semua padamu,, maafkan aku ta,,
Memangnya jika aku bilang menyukainya, ia mau apa??—menikah?? Memangnya ia punya apa? Apa yang ia punya? Harusnya ia tahu bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib sedangkan menikah itu sunnah, maka seharusnya seorang muslim dan muslimah yang percaya dengan janji Allah akan mendahulukan  yang wajib kan ta,, benar kan ta?? tapi seorang lelaki yang belum mampu seperti ia, hukumnya makruh kan ta?? Belum mampu jasmani dan rohani, belum bekerja, belum bisa mencari uang,, buat aku sih sebenarnya yang penting halal, tapi harusnya ia mengerti bahwa Allah selalu mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu jadi segigih apapun ia dalam mencari uang, pasti akan kalah dengan orang-orang beriman yang pendidikannya lebih tinggi daripada ia. Benar kan ta?? Kamu dipihakku kan ta??—sayangnya aku tidak menyukainya sampai sekarang,, aku masih menyukai orang lain ta,, mengapa seseorang terkadang selalu memikirkan dirinya sendiri, tidak pernah memikirkan orang lain,,”
Dan setelah mendengar kisahnya yang begitu panjang,  aku pun sadar bahwa waktu telah begitu lama terlewat, aku hanya bisa mendengarkannya, karena sesungguhnya ia hanya perlu didengarkan oleh seseorang, karena—aku tahu pasti—setiap hari ia sudah berkeluh kesah kepada Allah. Pada akhirnya aku hanya bisa berucap,,
“tenang saja sayang,, Allah itu selalu mendengar apapun yang dikatakan makhlukNya, dengan bahasa apapun, Allah selalu bisa mendengarnya,, tapi selalu ingatlah bahwa apapun yang kita inginkan itu belum tentu yang kita butuhkan, serahkan semuanya pada Allah, dan yakinlah bahwa Allah adalah sang Maha pengatur yang sempurna, Dia selalu tahu apa yang terbaik untuk kita,, tunggu saja, semua ada waktunya,, hanya menunggu, apakah kau tak bisa??”
Jadi, untuk kalian, semua pria beriman yang ada di muka bumi, siapapun! Harusnya kalian  tahu itu,, dua kata penting : sabar menunggu,, Tapi sampai kapan? Itu pasti yang manusia tanyakan, memang dasar manusia! Tak pernah puas dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya,, dan untuk seorang pria yang dibicarakan oleh temanku di atas, pikirkan kembali apa yang telah kau lakukan dan perbaikilah,, jangan pernah sakiti sahabatku, meski menurutmu kau tak menyakitinya, namun apakah kau benar-benar yakin bahwa kau tidak menyakitinya? Tentu tidak bukan??

follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar