Sabtu, Agustus 20, 2011

Kala Aku Jatuh Cinta..

Ya Allah... Kini aku telah jatuh cinta. Kepada gadis bernama Fulanah. Hatiku terpaut kepada keluhuran akhlaknya, jiwa pengasih & penyayangnya kepada anak-anak kecil, tegas ketika diri menjadi bual-bualan para lelaki, sopan santun kepada orang tua.

Ya Allah... Tak pernah aku dapati dia mengeluh & keruh perkataan kala kesusahan, duka lara menimpa dirinya. Tak pernah aku dapati dia sesumbar serta berbangga diri berlebih kala dia mendapati kebahagiaan. yang terdengar hanyalah kalimat istighfar. Yang terdengar hanyalah kalimat kesyukuran.

Ya Allah... Tinggi ilmu yang Engkau titipkan kepadanya, telah tampak di setiap santun kata, bahasa, yang keluar dari lisannya, dan cara dia memperlakukan dirinya dengan pakaian-pakaian yang engkau anjurkan untuk istri para nabi dan orang beriman.

Ya Allah... Dia lebih memilih diam daripada menggunjing orang. Dia lebih senang mendengar celoteh seorang bayi dan lantunan Al-Qur'an daripada caci maki berantakan. Dia lebih memilih mengasingkan diri daripada berbuat yang mungkar. Dia lebiih memilih berkasih sayang bersama keluarga daripada jalan-jalan tanpa arah.

Ya Allah... Dia seorang pemaaf bukan pendendam. Telah tampak ketika hujatan-hujatan fitnah mengarah kepadanya yang di lemparkan oleh Fulan, dia mendahului menjenguk daripada teman-temannya kala Fulan sedang tertimpa musibah bersama sahabat karibnya.

Ya Allah... Dia seorang dermawan. Telah tampak ketika rona bahagia terpancar di wajahnya, kala berbagi dengan anak yatim beserta fakir miskin dan golongan orang-orang tidak mampu.

Ya Allah... Dia lebih senang memoles wajahnya dengan air wudhu dan sunnah yang di ajarkan oleh Kekasih-Mu daripada bersolek, bermanja-manja diri menghias diri.


Ya Allah... Hatinya sangatlah halus. Telah tampak, ketika sahabat karib atau saudaranya di dzalimi dengan perkataan buruk di hadapannya, dia selalu menangis dan memeluk sahabat karib atau saudarannya itu.

Ya Allah... Kedua tangan dan kakinya sangatlah ringan untuk membantu, kala dia dapati kabar para saudaranya semuslim, sebangsa terkena bencana. Namun kedua tangan dan kakinya sangatlah berat untuk melangkah ke jalan yang bukan berpilar Ridho-Mu.

Ya Allah... Ketika di dekatnya, pandanganku tiada mampu melihatnya lebih lama. Qalbuku bergetar hebat. Tangan dan Kaki serasa lumpuh. Mulut terbungkam. Dzikir memuji nama-MU berkumandang.

Subhanallah... Bidadarikah dia ? Sungguh semua syairku tiada artinya bila dibanding dengan keindahannya.

Ya Allah... Aku tak kuasa berkata cinta, aku tak mampu bersyair melukis keindahannya, Aku tak punya keberanian akan hal itu. Seakan menciut seperti semut.

Duhai yang Maha Agung, Duhai yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena ketidakmampuanku itu aku bermunajat Kepada-Mu. Jika Engkau utus dia untuk menjadi ibu dari anak-anakku, segerakanlah halalkan aku untuknya. Namun jika Engkau lebih meridhoi aku menjadi Imam bagi orang lain, sungguh ! aku penuh harap kepada-Mu untuk tidak mencondongkan hati ini kepada Fulanah, memegang amanah-Mu sebagai Imam sehingga tak mengundang datangnya Amarah-Mu, Keridhoan-Mu, dan Bencinya Rasul-Mu. Rabbana Atina Fiddunya Hasanah Wa Fil AaKhirotti Hasanah Wa Qinna'adzabannaar.... Aaaamin... Aaaamin... Ya Rabbal'Alamin...


Reynando. A. Z
Sidoarjo, 20 Agustus 2011

follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar