Selasa, Mei 19, 2015

Sejejak Kenangan: BERJIHADLAH DENGAN HARTA DAN JIWA


SIMFONI: “Pendaki yang sampai ke puncak hanyalah yang tangguh. Pejuang yang sampai ke kesuksesan hanyalah yang sabar. Dan kita diberi pilihan, menjadi manusia yang mudah rapuh oleh tantangan, atau justru menghebat seiring hebatnya rintangan. Percayalah, badai selalu menyisakan pohon-pohon terkuat yang tidak mudah tumbang.”
Bismillahirrohmanirrohim, dengan berat hati kami (duabelas akhwat tangguh nan kece) menerima amanah itu. Tertanggal 10 mei 2014. Banyaknya suara takbir, banyaknya tangis pecah, banyaknya tissue yang diperlukan untuk menyeka air mata kami yang memikirkan tentang bagaimana beban berat ini kami lakukan dengan baik tanpa menghancurkan amanah-amanah lainnya. Tapi itu setahun yang lalu. Kini, beban berat itu telah kami serah terimakan kepada pundak lain yang telah membara, mengutuki bobroknya kinerja kami dan mendobrak pintu-pintu imaji agar keluarga ini bangkit kembali sebagaimana mestinya ia berlari.
Satu tahun lalu, semangat membara itu juga kami miliki. Sejujurnya kalau boleh dibilang, kami adalah orang aneh yang tidak dapat dikumpulkan menjadi satu saking keras kepalanya tiap personal kami. Bisa ditanyakan kepada Ketua Kemuslimahan KKH (Kabinet Kolaborasi Harmoni) bagaimana susahnya mengatur dan mengumpulkan kami. Tapi kami selalu berusaha professional dan terlihat keren di mata orang lain B). Kami menyadari bahwa saking samanya sifat kami, persatuan dan keharmonisan itu tidak dapat terjalin dengan mudah. Perlu banyak cara, perlu banyak jalan, perlu banyak tekanan, perlu banyak rintangan untuk menguji persaudaraan kami. Dan itulah yang berhasil kami lewati hingga hari ini.
Awal-awal pelantikan, 23 hingga akhir juni 2014. Tetiba banyak yang ingin bekerja sama dengan kami, KKH JMMI. Tetiba banyak sekali kegiatan yang perlu kami hadiri sebagai PH KKH. Tetiba banyak sekali kegiatan yang harus kami (PH KKH) tangani sendiri karena belum punya pasukan kala itu. Hal ini tidak mengherankan karena mendekati bulan Romadhon. Tertulis di buku ajaibku semua kegiatan yang kita lalui bersama. Berikut datanya: OPREC dan Screening Staff, Launching Midle, Kunjungan dari UMM, Seminar di ITATS, MA semua LDJ di ITS, Kolaborasi dengan RZ, Tatsqif LDK, Screening Mentor, Aksi Emas Dolly, SALAM, Musyker JMMI, Jaulah ke UWKS, Sekolah LDK, Semarak Ramadhan, Undangan dari STAIL, Jaulah ke UNTAG dan UNITOMO, GOR, Seminar Parenting, Jaulah ke PPNS, Undangan Musykom KAMMI, Bookfair di DBL, WP Staff, Jaulah dari FMIPA UB, dan KOBAR full day bulan Romadhon. Bisa bayangkan betapa lebih besar tantangan di depan apabila tantangan pembuka adalah seperti itu adanya :’(.
Sejujurnya kami payah dan kelabakan membagi peran dan fungsi dari masing-masing kami, belum lagi tidak adanya warisan dana atau warisan apalah itu dari sebelumnya. Tapi itulah yang harus kami jalani demi berjalan lancarnya dakwah kampus ini J. Dengan fokusan KOLABORASI, kami yakin bisa membangun jaringan dan persahabatan dengan ‘yang lain’ lebih baik lagi. Namun tenang saja, tulisan ini tidak akan berakhir tragis dan kejam dengan menceritakan semua usaha keras kami dan semua yang terpendam dari kami :v. Aku hanya ingin mengungkapkan bahwasannya perlu perjuangan yang besar dalam mewujudkan apa yang menjadi fokusan dalam hidupmu. Sebagai orang-orang super (yang suka melakukan semuanya sendiri tanpa merasa perlu bantuan orang lain), kami PH KKH tetap memerlukan satu sama lain (terutama sesama PH), meskipun dilakukan dengan cara saling menyinggung, saling menyakiti hati dan perasaan, saling menggoda, saling merecoki, saling meributkan persoalan, saling bertengkar, tapi memang itulah kami :v.
Betapa pentingnya lingkaran pertama dalam keluarga ini. Lingkaran yang saling menguatkan ketika di luar sana banyak cercaan dan cobaan pada personal kami. Lingkaran yang saling meneduhkan dan menyenangkan ketika di luar sana tidak ada lagi yang peduli pada perasaan kami. Lingkaran yang saling menyejukkan ketika masalah-masalah di luar sana tidak bisa kami imbangi dan atasi. Lingkaran yang saling memberi arti ketika kami tidak dimengerti oleh orang lain di luar kami. Lingkaran yang akan selalu membersamai kami hingga surga-Nya nanti :’). Hingga jiwa-jiwa kami telah semuanya terkuras untuk jalan dakwah ini, hingga harta-harta kami hanya kami minta kepada Allah untuk menyelesaikan masalah ini. Untuk kalian PH KKH, kuatkanlah pundakmu karena amanah-amanah selanjutnya akan lebih istimewa untukmu-DPP (Dewan Pertimbangan Pengurus) Kabinet (yang belum ditetapkan namanya) :p.

follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar