Rabu, Juni 22, 2016

Setapak Cahaya: ISLAM DAN BUDAYA



Asssalamu’alaikum sahabat, hari ini mungkin sedikit saja yang bisa kita bahas. Karena membahas berita sudah terlalu mainstream, saya ingin membahas hal lain yang lebih mainstream lagi hehe. Sahabat pasti sering dengar orang bilang bahwa Indonesia memiliki budaya ketimuran yang kental dengan keramahan, kesopanan, kerendahhatian dan sebagainya. Ya, banyak orang bilang bahwa budaya Indonesia tidak seperti budaya barat. Oleh karena itu, perilaku atau hal-hal yang tidak sesuai budaya timur sudah seharusnya disensor.
Jujur saja, orang timur pun tidak memiliki adat dan budaya yang demikian. Tidak ada perbedaan bernama budaya barat dan budaya timur. Sahabat masih ingat atau mungkin pernah tahu bahwa sejarah mencatat orang-orang Indonesia dahulu tidak mengenal pakaian. Patung-patung serta gambar manusia jaman lampau di dalam museum atau taman historikal menampakkan bahwa perempuan terdahulu bahkan tidak menutup bagian atas tubuhnya, sama seperti lelaki. Jadi, bagian mana yang menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai budaya ketimuran?
Salah kaprah dalam mencampurkan aturan kepercayaan satu dengan lainnya sehingga memperoleh kesimpulan bahwa itulah budaya yang kita miliki adalah suatu hal yang tidak logis. Bagaimana mungkin orang yang seenaknya mencampuradukkan hal benar dan salah kemudian ingin dianggap sebagai orang baik? Sayangnya, seperti yang pernah kita bahas bahwa kebaikan setiap orang memiliki kadar yang berbeda. Bisa saja kita menganggapnya baik tapi orang lain tidak demikian. Kebaikan di mata manusia, bukanlah sesuatu yang mutlak benar menurut Allah.
Oleh karena itu, Islam kemudian datang meberikan pencerahan, menunjukkan jalan-jalan kebenaran. Alhamdulillah, hingga kini Islam masih tersebar di seluruh dunia dan sampailah kepada kita. Ya, yang ingin saya katakana di sini adalah “Hei, budaya yang kita anut ini bukanlah budaya ketimuran. Tapi inilah budaya yang diajarkan oleh Islam”. Jika ada yang mengatakan bahwa negeri ini tidak dibangun atas dasar agama, maka aku akan katakan “Hei, coba lihat kembali. Tidak mungkin ada sila satu Pancasila yang menyebutkan ‘Tuhan Yang Maha Esa’ jika negeri ini tidak dibangun atas dasar agama. Bahkan sila tersebut sudah mengalami revisi dari versi perdananya.”. Mari kita telaah kembali, kepercayaan dan agama mana yang menganut Tuhan Yang Esa. Hanya Islam bukan? Jadi, apakah mereka masih ingin bilang kalau negara ini tidak dibangun atas dasar agama.
Mari kita tengok negara daerah timur lainnya yang mana umat muslim adalah minoritas di sana. Singapura, Hongkong, India, Papua Nugini, atau lainnya lagi apakah juga memiliki budaya ketimuran seperti yang kita miliki? Ternyata tidak. Tidak jika mereka bukan seorang muslim yang taat. Sahabat, mari kita ingat lagi bahwa Allah selalu melihat perilaku kita. Ia mengirimkan petugasNya untuk mencatat amal baik dan buruk kita. Oleh karena itu, janganlah kita campuradukkan hal benar dan salah atas nama adat dan kebudayaan. Untuk mengakhiri tulisan ini, mari kita baca terjemah surat Qaf ayat 19-23 berikut:
19. dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.
20. dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.
21. dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan Dia seorang Malaikat penggiring dan seorang Malaikat penyaksi.
22. Sesungguhnya kamu berada dalam Keadaan lalai dari (hal) ini, Maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, Maka penglihatanmu pada hari itu Amat tajam.
23. dan yang menyertai Dia berkata : " Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku".


follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar