Selasa, Juni 21, 2016

Setapak Cahaya: MENYERAHKAN DIRI



Sahabat, mohon maaf bila tidak ada cerita pada hari ini. Namun, ada satu doa Nabi Ibrahim di dalam Al-Qur’an yang ingin saya bagikan kepada sahabat sekalian. Oya, sebelum itu sahabat tahu kan bahwa ayah Nabi Ibrahim tidak menyembah Allah dan ia lah ternyata si pembuat berhala. Ternyata seorang Nabi sekeren Ibrahim mempunyai keluarga yang tidak seiman dengannya. Dari sini dapat kita lihat bahwa Allah telah memberikan contoh-contoh nyata yang mungkin kejadian tersebut bisa terulang kembali saat ini.
Beriman, seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Tidak akan berbatasan dengan apapun. Siapapun kamu, bagaimanapun keluargamu, dimanapun keberadaanmu, beriman kepada Allah adalah satu-satunya jalan untuk selamat dari kecaman dunia ini. Siti Asiyah misalnya, ia beriman meski mempunyai suami sekeji Fir’aun. Nabi Ibrahim, ia beriman meski ayahnya seorang penyembah dan pembuat berhala. Siti Masyitoh, ia beriman meski sang majikan tidak sama keyakinannya. Ashabul Kahfi, mereka beriman meski pemerintahan tidak mendukungnya. Nabi Yusuf, tetap beriman meski saudara-saudaranya begitu kejam padanya. Siti Maryam, masih beriman meski masyarakat setempat mencaci-makinya. Dan masih banyak contoh lainnya.
Beriman, percaya kepada Allah, malaikat-Nya, utusan-Nya, kitab-Nya, ketentuan-Nya hingga datangnya hari akhir. Ya, beriman adalah simbol penyerahan diri seorang hamba kepada pemiliknya, kepada majikannya, kepada Tuhannya. Namun, seperti yang juga sudah kita bahas sebelumnya. Berserah diri bukan berarti kita tidak perlu berusaha atas kehidupan kita. Masih ingatkah sahabat bahwa Allah selalu melihat amal kita, kerja keras kita, proses-proses yang kita usahakan, dan Allah yang akan menilainya. Oke, kembali kepada topik dan mengakhiri tulisan ini bahwa ada satu doa dari Nabi Ibrohim yang keren abis di surat Asy-Syu’aro ayat 70-91 yang artinya seperti berikut dan dilengkapi Tafsir Jalalain:
70. ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"
71. mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala (mereka menjelaskan secara terang-terangan supaya berhala-berhala itu disukai olehnya) dan Kami Senantiasa tekun menyembahnya (mereka menyembah sepanjang siang dan malam, jawaban ini untuk membanggakan diri mereka terhadap Nabi Ibrahim)".
72. berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,
73. atau (dapatkah) mereka memberi manfaat (jika kalian menyembahnya) kepadamu atau memberi mudharat (jika kalian tidak menyembahnya)?"
74. mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya Kami mendapati nenek moyang Kami berbuat demikian".
75. Ibrahim berkata: "Maka Apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
76. kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
77. karena Sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku (Nabi Ibrahim tidak emnyembah mereka), kecuali Tuhan semesta alam (hanya yang di sembah),
78. (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku (kepada agama yang benar),
79. dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu,
80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku,
81. dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
82. dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat (hari pembalasan)".
83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh (golongan para Nabi),
84. dan Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) Kemudian (orang-orang sesudah nabi Ibrahim hingga hari Kiamat),
85. dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan (yakni di antara orang-orang yang memperolehnya),
86. dan ampunilah bapakku, karena Sesungguhnya ia adalah Termasuk golongan orang-orang yang sesat (Allah memberikan jalan taubat lalu diampuni. Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim sebelum jelas baginya bahwa ia adalahmusuh Allah, sebagaimana pada surfat At-Taubah),
87. dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
88. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (dari syirik dan munafik yaitu hati orang mukmin yang imannya memberikan manfaat kepada dirinya),
90. dan (di hari itu) didekatkanlah surga (dijadikan dekat hingga mereka dapat melihat dengan jelas) kepada orang-orang yang bertakwa,
91. dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat (orang-orang yang kafir)",


follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar