Minggu, Juni 19, 2016

Setapak Cahaya: TERGANTIKAN ATAU MENGGANTIKAN



Assalamu’alaikum, sahabat bagaimana kabarnya akhir pekan ini? Semoga istirahat hari ini dapat memberi semangat kepada kita untuk berkegiatan kembali esok dan hari-hari setelahnya. Sahabat, di beberapa kesempatan tulisan saya menyebutkan bahwa suatu saat kita akan terganti dalam kehidupan ini. Entah dalam jabatan, entah dalam kepemilikan harta, entah dalam menjadi manusia. Hidup ini selalu bergulir, suatu saat yang hidup akan mati dan yang mati suatu saat akan dibangkitkan kembali, yang berharta suatu saat juga tidak memiliki apa-apa, yang menjadi pejabat suatu saat akan ada masa turunnya. Begitu pun dengan hidup kita.
Pada tulisan yang lalu di Setapak Cahaya: Membiasakan yang Benar, kita telah membahas bagaimana seharusnya kita bersikap dalam hidup kita. Berbuat baik saja tidak cukup, karena ukuran baik adalah relatif untuk setiap orang. Nah, bagi kita umat muslim kebenaran yang mutlak telah semuanya diberikan oleh Allah melalui kitab Al-Qur’an serta hadits-hadits Rosulullah berupa ucapan, tindakan, pernyataan, dan ketetapan lainnya. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbuat benar dan berada dalam jalan kebenaran yang telah dituntun oleh-Nya.
Hidayah Islam, merupakan hidayah yang tidak akan terkira harganya. Maka dari itu Nabi Ibrahim berpesan agar jangan sampai kita mati dalam keadaan tidak beriman. Sahabat masih ingat kisah paman Nabi yang beberapa hari lalu telah kita bahas di Setapak Cahaya: Membohongi Diri Sendiri. Bahwa tidak ada hal yang lebih baik daripada mengajak orang lain berbuat kebenaran dengan menjadi muslim. Dengan demikian, kita telah mempunyai banyak alasan mengapa kita tidak akan meninggalkan Islam dan selalu kuat dalam menjaganya. Tegas kepada orang-orang yang ingin menghancurkannya.
Berikut mari sedikit kita baca terjemah surat Al-Maidah ayat 54 tentang bagaimana seharusnya kita tidak meninggalkan islam dan tidak berputus asa dalam menyebarkan keindahan dan kedamaian Islam. Artinya: 54. Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.
Baiklah, maka dari itu dengan tulisan ini semoga dapat menjadi pengingat kita untuk selalu tetap dalam kebaikan dan menyebarkan kebenaran. Tetap semangat, semoga hari-hari yang kita lalui berada dalam cahaya-Nya dan mendapatkan ridho serta berkah-Nya, Amiin~


follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar