Sabtu, Juni 04, 2016

Setapak Cahaya: TEMAN DEKAT ORANG MUKMIN



Assalamu’alaikum sahabat.. Melihat ada orang yang membenci kita itu adalah hal biasa, melihat ada orang yang begitu tersanjung dengan kita itu juga hal biasa. Ya, setiap orang tidak terkecuali Rosulullah SAW pasti memiliki dua kubu yang berada di dekatnya. Kubu pertama yaitu orang-orang yang mencintai, menghormati, dan menyanjung beliau sedangkan kubu kedua yaitu orang-orang yang membenci, mengkhianati, memusuhi dan lain sebagainya.
Satu kisah menarik pada zaman Rosulullah SAW mengenai hal tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin al-Musayyab, Abu Bakr bin ‘Abdirrahman dan ‘Urwah bin Zubair yaitu ketika Rosulullah mengutus ‘Amr bin Umayyah adl-Dlamari untuk menyampaikan surat kepada Raja Najasyi. Sesampainya di hadapan Raja Najasyi, surat itu pun dibacanya. Kemudian Raja memangil Ja’far bin Abi Thalib dan orang-orang yang hijrah ke Habasyah serta para rahib dan paderi. Raja  menyuruh Ja’far membaca AlQur’an dan beliau pun membacakan surat Maryam. Semua yang hadir beriman kepada isi AlQur’an dan berlinang-linang air matanya.
Kisah lainnya diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa Raja Najasyi mengutus tiga puluh sahabat terbaiknya kepada Rosulullah SAW. Sesampai di sana, Rosulullah SAW membacakan surat Yasin kepada mereka, sehingga mereka menangis. Mereka adalah kaum rahib dan pendeta Nasrani yang tidak sombong dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Rosulullah SAW.
Dua kisah tersebut merupakan sebab-sebab turunnya surat Al-Maidah ayat 82-83 yang artinya:
82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani". yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
83. dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu Lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab-Kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka catatlah Kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.).
Ayat tersebut menyebutkan bahwa ada orang-orang yang memusuhi mukminin dan ada orang-orang yang dapat berteman baik dengan mukminin. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang, siapapun itu, pasti mempunyai teman baik dan orang yang memusuhi atau membencinya. Bahkan ketika yang kita lakukan adalah hal-hal baik tidak akan lepas dari yang namanya haters. Pun ketika ada orang yang melakukan hal-hal buruk tetap saja ia mempunyai teman baik.
Terkait masalah pertemanan ini, seperti pembahasan kemarin Setapak Cahaya: Pemimpin Orang Mukmin, dikuatkan lagi pada surat Al-Maidah ayat 80-81 yang artinya:
80. kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya Amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, Yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.
81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.
Tafsir Jalalain menyebutkan tolong-menolong dengan orang kafir berarti termasuk ke dalam golongan pembenci Rosulullah dan perbuatan buruk itu merupakan bekal mereka di akhirat untuk mendapatkan siksaan dari Allah. Di ayat berikutnya orang-orang yang berteman baik dengan orang kafir adalah orang-orang fasik yaitu orang yang telah menyimpang dari keimanan. Yak, insyaAllah demikian untuk hari ini. Tetap semangat dalam belajar dan semoga Allah memberi kita keistiqomahan dalam berislam serta menghindarkan kita dari perbuatan fasik. Sampai jumpa~

follow me @qhimahatthoyyib
#Kemesraan_Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar